Radar Jember – Memasuki pertengahan tahun, kabar mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kian gencar diperbincangkan.
Tingginya atensi publik ini selaras dengan proyeksi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya yang berencana melonggarkan keran rekrutmen khusus bagi lulusan sekolah menengah.
Otoritas keuangan negara tersebut bersiap menyediakan alokasi kuota sekitar 380 formasi yang dikhususkan bagi lulusan SMA atau sederajat di lingkungan DJBC. Langkah ini diambil guna memperkuat lini operasional kepabeanan tanah air.
Baca Juga: Siap-siap War Tiket ASN! Pemerintah Mulai Hitung Formasi CPNS 2026, 160 Ribu Formasi Siap Dibuka?
“Di Kementerian Keuangan, dalam waktu dekat kita akan membuka rekrutmen di Bea Cukai untuk 380 lulusan SMA. Sudah tertunda beberapa bulan, jadi saya minta segera dieksekusi,” tegas Menkeu Purbaya saat memberikan keterangan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, belum lama ini.
Saringan Hoaks Lintas Platform Media Sosial
Besarnya minat masyarakat terhadap kuota lulusan SMA ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi. Salah satunya berupa unggahan video di platform TikTok yang menarasikan bahwa pendaftaran resmi telah dibuka.
Menanggapi sirkulasi klaim tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) bergerak cepat memastikan bahwa gelombang rekrutmen nasional belum dimulai. Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa tautan formulir digital yang beredar luas di lini masa merupakan berita bohong.
"Belum ada pembukaan tes CPNS. Itu hoaks ya," ujar Zudan mengklarifikasi.
Langkah preventif serupa dirilis oleh Kementerian Keuangan melalui kanal Instagram resminya. Kemenkeu membantah keras narasi yang menyebut adanya proses registrasi aktif sepanjang akhir April hingga Mei.
"Berita yang beredar mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai pada tanggal 27 April sampai dengan 29 Mei tahun 2026, merupakan berita hoaks," tulis penjelasan resmi manajemen Kemenkeu, sembari meminta warga untuk senantiasa waspada terhadap modus penipuan sejenis.
Meluruskan Spekulasi Pembukaan Bulan Juni
Isu mengenai pelaksanaan seleksi yang diklaim bakal bergulir pada bulan Juni juga perlu diluruskan. Narasi tersebut sejatinya merujuk pada linimasa internal birokrasi, bukan jadwal pembukaan pendaftaran untuk masyarakat umum.
Direktur Perencanaan Kebutuhan ASN BKN, Moh. Ridwan, memberikan pencerahan bahwa akhir Mei tahun ini ditargetkan sebagai batas akhir bagi kementerian untuk merampungkan konfirmasi formasi internal mereka.
"Pada akhir bulan Mei tahun ini, mestinya formasi atau perencanaan kebutuhan dari masing-masing kementerian bisa dikonfirmasi oleh PANRB. Dan proses seleksi ASN-nya bisa mulai berlangsung setelah itu, yakni di bulan Juni," ungkap Moh Ridwan dalam siaran langsung "BKN Menyapa".
Secara teknis, bulan Juni berpotensi menjadi titik awal rangkaian verifikasi dan validasi dokumen administratif di tingkat kementerian, sehingga belum menjadi momentum perilisan akun pendaftaran bagi publik.
Proyeksi Jadwal Registrasi Berdasarkan Tren Tahunan
Bila merujuk pada historis birokrasi, penyusunan rincian formasi makro saat ini tengah memasuki fase finalisasi oleh Kementerian PANRB. Ketetapan tersebut nantinya akan memuat poin krusial berupa akumulasi kuota, klaster jabatan, serta kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan agar pelamar dapat menyusun strategi matang.
Jika tahapan konfirmasi kebutuhan rampung pada Mei atau Juni, pengumuman resmi pendaftaran diproyeksikan baru akan dirilis beberapa bulan setelahnya.
Baca Juga: Menunggu Ketuk Palu Kepala Daerah, Sektor Ini yang Bakal Jadi Prioritas Utama Lowongan CPNS!
Berkaca pada tren komparatif periode sebelumnya, di mana CPNS 2023 dibuka pada 17 September dan CPNS 2024 dimulai pada 20 Agustus, maka registrasi daring CPNS 2026 via portal SSCASN diprediksi kuat baru akan dibuka pada kisaran Agustus hingga September 2026.
Kendati demikian, time line ini bersifat tentatif dan tetap mengacu pada Surat Edaran resmi MenPAN-RB.
Editor : Imron Hidayatullahh