Radar Jember –Josepha Alexandra, atau yang akrab disapa Ocha, mendadak jadi buah bibir publik di dunia maya setelah aksi beraninya.
Yakni memprotes keputusan dewan juri dalam babak final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.
Namun, di balik mental bajanya saat berdebat di atas panggung, sang ayah justru menguak tabiat asli siswi SMAN 1 Pontianak tersebut yang berbanding terbalik ketika berada di rumah.
Ajang cerdas cermat yang semula berjalan sengit itu berubah menjadi polemik setelah tim Ocha menjawab pertanyaan seputar mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Juri secara sepihak menyalahkan jawaban Ocha dan memotong poin mereka dengan dalih artikulasi DPD yang kurang jelas.
Ironisnya, jawaban serupa dari SMAN 1 Sambas justru diloloskan dan diberi nilai penuh.
Merasa kebenaran dikorbankan, Ocha secara ksatria melakukan interupsi hingga tiga kali di atas panggung untuk mempertahankan hak timnya.
Sayangnya, upaya tersebut diabaikan oleh juri maupun pembawa acara. Cuplikan rekaman protes santun namun tegas itu pun viral dan memanen gelombang simpati luar biasa dari publik yang mengagumi ketenangannya.
Sosok Pendiam yang Bikin Orang Tua Khawatir
Di balik sorotan kamera, Andre, ayah kandung Ocha, membeberkan bahwa putrinya sebenarnya adalah sosok yang sangat pendiam.
Sejak kecil, Ocha memiliki kecintaan yang luar biasa tinggi terhadap dunia literasi dan pendidikan. Sebagian besar waktu luangnya di rumah dihabiskan di dalam kamar, mengkaji berbagai materi di depan layar gawai.
Begitu gigihnya Ocha belajar hingga larut malam, hal tersebut justru sempat memicu kekhawatiran tersendiri bagi kedua orang tuanya. Sang ibu bahkan harus berulang kali menegurnya agar segera tidur demi menjaga kesehatan.
“Ocha hobinya itu di depan laptop belajar kadang kita orang tua juga khawatir ini anak nggak stres kah,” ujar Andre mengenang dedikasi putrinya.
Baca Juga: Sosok Indang Maryati: Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Pilih Mundur dari Final Ulang LCC MPR RI
Fokus yang tinggi pada akademis membuat Ocha bercita-cita menjadi seorang akademisi masa depan. “Ocha memang suka belajar, memang hobinya itu. Pas kecil sih Ocha ingin jadi dosen,” lanjut Andre.
Meski Andre sering harus berinisiatif mengajaknya keluar rumah agar tidak terus-menerus mengurung diri dengan buku, Ocha dipastikan tetap memiliki kehidupan sosial yang sehat.
Ia dikenal sangat aktif berinteraksi di tempat bimbingan belajar serta kerap terlibat dalam berbagai aksi sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Editor : Imron Hidayatullahh