Radar Jember – Sebanyak 34 unit Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan belum dapat beroperasi secara maksimal.
Berdasarkan evaluasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, kendala utama yang dihadapi adalah tersendatnya pasokan barang kebutuhan pangan serta persoalan teknis kepengurusan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya menyambungkan koperasi dengan para pemasok utama untuk mengatasi keterbatasan stok.
Krisis Pasokan dari Supplier Utama
Keterbatasan pasokan menjadi penghambat serius bagi operasional koperasi di tingkat desa. Anna mencontohkan, distribusi gas LPG dari Pertamina saat ini belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat di lapangan.
"Kendala permasalahan terkait supplier. Contohnya, Pertamina hanya sanggup mengirimkan 200 tabung LPG, sedangkan kebutuhan masyarakat lebih dari itu. Makanya, kami datangkan sumbernya langsung dari ID FOOD, Bulog, hingga Pertamina untuk mencari solusi," ujar Anna, Kamis (30/4/2026).
Progres Operasional Koperasi
Meski terdapat puluhan unit yang terhambat, Anna memaparkan bahwa mayoritas koperasi di Kabupaten Tangerang sebenarnya sudah mulai melayani warga. Dari total 274 unit Kopdes Merah Putih yang direncanakan:
- 240 unit telah berhasil beroperasi.
- 34 unit masih dalam upaya optimalisasi dan pembinaan intensif.
Faktor Kepengurusan dan Pembinaan
Selain masalah logistik, evaluasi dinas juga menemukan adanya kendala teknis internal, seperti pergantian kepengurusan di tingkat desa.
Hal ini menyebabkan transisi manajemen tidak berjalan mulus, sehingga pelayanan kepada anggota terganggu. Anna menegaskan bahwa Dinas Koperasi tidak akan tinggal diam.
Proses pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan bagi 34 unit tersebut agar bisa segera menyusul 240 unit lainnya yang sudah berjalan.
Langkah ini krusial untuk memastikan fungsi ekonomi koperasi sebagai penyedia pangan murah di desa tetap terjaga.
Editor : Imron Hidayatullahh