Radar Jember – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan keras kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh petugas haji untuk tidak memungut biaya tambahan dalam bentuk apa pun di luar ketentuan resmi.
Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar yang dapat membebani jemaah.
Perlindungan Jemaah dan Sanksi Pelanggaran
Dalam konferensi pers penyelenggaraan haji pada Sabtu (25/4/2026), Maria menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen negara untuk menjaga ketenangan batin jemaah.
Kemenhaj memastikan akan ada konsekuensi hukum dan administratif bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah.
“Demi meningkatkan kenyamanan jemaah dalam beribadah, kami menegaskan kepada KBIHU agar tidak memungut biaya tambahan apa pun. Kami akan menindak tegas oknum yang melakukan pelanggaran,” tegas Maria.
Baca Juga: 12 Kloter Perdana Bergerak, Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Madinah ke Makkah
Waspada Cuaca Panas di Madinah
Selain isu pungutan, Kemenhaj juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda Madinah.
Saat ini, suhu di Kota Nabi tersebut diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang rendah, yakni sekitar 25 persen.
Kondisi udara yang panas dan kering ini berisiko menyebabkan dehidrasi serta gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk:
- Menjaga Hidrasi: Memperbanyak konsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus.
- Pelindung Diri: Menggunakan pelindung kepala dan mengenakan pakaian yang nyaman saat berada di luar ruangan.
- Manajemen Energi: Tidak memaksakan aktivitas fisik di luar hotel dan memanfaatkan waktu untuk istirahat agar stamina tetap terjaga hingga puncak haji.
Optimalisasi Fasilitas dan Petugas
Maria mendorong jemaah untuk memaksimalkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah dan tetap mengutamakan pelaksanaan ibadah wajib.
Baca Juga: Ini Kronologi Lengkap Rombongan Jamaah Haji Asal Probolinggo yang Alami Kecelakaan di Madinah
Jemaah juga diminta tidak ragu untuk berkomunikasi dengan petugas jika mengalami kendala teknis maupun kesehatan.
“Kami hadir untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Petugas siap siaga selama 24 jam, jadi jangan ragu meminta bantuan kapan pun diperlukan,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh