RADAR JEMBER - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjadi sorotan beberapa hari belakangan ini. Terlebih pasca tragedi tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Nama Bobby Rasyidin menjadi nakhoda baru sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak 12 Agustus 2025.
Bukan sekadar penunjukan biasa, Bobby adalah representasi profesional muda yang membawa spirit digitalisasi ke atas rel kereta api Indonesia. Mari kita intip profil hebat putra kebanggaan Kota Padang ini!
Lahir dari Keluarga Intelektual Padang
Bobby Rasyidin bukanlah nama asing bagi masyarakat intelektual di Sumatra Barat. la adalah putra dari pasangan Asnil Sahim dan Elly Asnil.
Ayahnya, almarhum Prof. dr. Asnil Sahim, adalah sosok guru besar legendaris di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sekaligus pionir bagian kardiologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Tumbuh besar di Kota Padang, Bobby merupakan alumni SMP Negeri 1 Padang (1989) dan SMA Negeri 1 Padang (1992).
Semangat "merantau" membawanya ke Bandung hingga berhasil meraih gelar sarjana Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan kemudian mempertajam insting bisnisnya dengan gelar MBA dari UNSW Sydney, Australia.
Baca Juga: Mudahkan Konektifitas Antar Kota, Daop 4 Aktifkan Lagi 3 Stasiun Untuk Naik Turun Penumpang
Profil Hebat
Mendobrak Dominasi Global di Usia Muda Sebelum dipercaya memimpin KAI, Bobby sudah mencatatkan rekor fenomenal di dunia profesional internasional. Pada tahun 2012, di usia yang baru 38 tahun, ia terpilih sebagai Presiden Direktur Alcatel-Lucent Indonesia.
Prestasi ini menjadikannya orang Indonesia pertama yang menduduki posisi puncak di perusahaan multinasional raksasa asal Prancis tersebut.
Kariernya yang mentereng di bidang teknologi informasi dan radar membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang sangat fasih dengan inovasi masa depan.
Inspirasi dari Ranah Minang Baru PT KΚΑΙ.
Keberhasilan Bobby Rasyidin adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan karakter "Urang Awak" mampu bersaing di level tertinggi kepemimpinan nasional.
Dari sekolah di Padang hingga menjadi bos besar di Jakarta, perjalanan Bobby adalah pesan bagi generasi muda: bahwa teknologi dan integritas adalah kunci untuk memimpin perubahan
Editor : M. Ainul Budi