Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TERUNGKAP Sudah! Purbaya Sampai Buka Suara Soal Gaji Sebenarnya Manajer KDMP

M. Ainul Budi • Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB
Mneteri Keuangan, Purbaya (tengah) saat menghadiri salah satu acara di jakarta (ANTARA Foto)
Mneteri Keuangan, Purbaya (tengah) saat menghadiri salah satu acara di jakarta (ANTARA Foto)

RADAR JEMBER - Kabar mengenai pengalokasian anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini tengah memicu polemik panas di ruang publik. 

Pasalnya, sumber pendanaan untuk menggaji ratusan ribu tenaga profesional tersebut masih diselimuti misteri, bahkan di tingkat kementerian tertinggi sekalipun.

Baca Juga: Bocoran Gaji Manajer Kopdes Merah Putih! Lebih Tingi dari UMR? Zulhas Beri Sinyal Berbasis Jenjang Pendidikan

Isu ini menjadi bola panas setelah adanya ketidaksinkronan informasi mengenai dari pos anggaran mana dana fantastis tersebut berasal.

Masyarakat kini mulai mempertanyakan transparansi dan tata kelola keuangan di balik program raksasa yang digadang-gadang akan menyerap 800.000 tenaga kerja tersebut.

Sorotan tajam tertuju pada kementerian keuangan selaku bendahara negara.

Namun, jawaban mengejutkan justru muncul dari pucuk pimpinan kementerian tersebut yang seolah memberikan sinyal bahwa urusan teknis pendanaan ini belum mencapai titik terang di mejanya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi terkait keterlibatan kas negara.

Baca Juga: Anggaran Fantastis Rp 3 Miliar! Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Jadi Sorotan

Dalam keterangannya usai Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4), Purbaya menegaskan bahwa peran APBN dalam proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto ini spesifik pada pembiayaan cicilan pembangunan.

"(Sumber gaji) Koperasi (KDMP) saya enggak tahu. Tapi yang saya bayar ke koperasi kan, hanya cicilan Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak paham," ujar Purbaya.

Pernyataan ini seolah membatasi persepsi publik bahwa seluruh operasional koperasi bersumber langsung dari APBN yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

 

Menanggapi ketidakpastian tersebut, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Teddy Bharata, angkat bicara. Ia menepis anggapan bahwa gaji manajer diambil dari dana pinjaman bank Himbara sebesar Rp 3 miliar.

Teddy memastikan bahwa gaji tersebut bersumber dari pemerintah, namun melalui skema yang terukur dan legal.

"Bukan (dari Rp 3 miliar itu), dari pemerintah. Yang lainnya kan disiapkan oleh Agrinas Pangan," ungkap Teddy.

Editor : M. Ainul Budi
#gaji manajer kdmp #gaji sppi kdmp #Purbaya #Koperasi Merah Putih