RADAR JEMBER - Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan rencana ambisius dalam sektor ketenagakerjaan guna mendukung kesuksesan program Koperasi Merah Putih.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 800.000 tenaga kerja baru dibutuhkan untuk menjalankan roda operasional lembaga ekonomi kerakyatan ini di berbagai pelosok tanah air.
Baca Juga: CEK FAKTA! Kebijakan Gaji ke-13 ASN Apa Benar Dibatasi, Simak Detailnya Ini
Langkah ini diprediksi akan menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat struktur ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Penyerapan tenaga kerja dalam skala raksasa ini mencakup berbagai posisi strategis dan teknis guna memastikan pelayanan koperasi berjalan profesional dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Proyeksi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang masif ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai pilar utama kedaulatan ekonomi nasional.
Baca Juga: Berikut Ini Mekanisme Detail Penempatan Manajer Koperasi Merah Putih Oleh BUMN
“Rekrutmen tersebut bertujuan untuk memilih manajer yang akan mengelola unit koperasi desa yang nantinya akan memimpin pegawai koperasi lainnya yang berasal dari warga desa yang menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih,” kata Teddy dalam unggahan pada akun @sekretariat.kabinet, Selasa (21/4).
Teddy menjelaskan, para pelamar akan diseleksi untuk selanjutnya mengikuti pelatihan manajerial dan perkoperasian selama sekitar dua bulan.
Setelahnya akan resmi menjadi manajer koperasi yang bekerja di bawah koordinasi lintas kementerian/lembaga khususnya Kementerian Koperasi dan BUMN.
Ia mengungkapkan, ditubutuhkan juga sekitar 800.000 pekerja untuk operasional 80.000 Kopdes Merah Putih yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan.
“Bila satu koperasi terdiri dari satu manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800.000 ribu pekerja baru di 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap,” tegasnya.
Editor : M. Ainul Budi