RADAR JEMBER - Jagat media sosial baru-baru ini diguncang oleh kabar miring yang menyebutkan adanya perselisihan panas antara Panglima Kopassus dengan pihak protokoler istana.
Isu sensitif ini sempat memicu kegaduhan dan beragam spekulasi di tengah masyarakat mengenai hubungan antarlembaga penting negara.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam dan verifikasi ketat, kabar tersebut dipastikan tidak memiliki dasar alias fiktif.
Isu tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan narasi negatif dan adu domba.
Isu yang menyebut adanya konflik antara Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi dengan pihak protokoler Istana beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Perkuat Kepemimpinan Perempuan, BRI Borong 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
Narasi tersebut langsung dibantah oleh pihak Kopassus melalui akun resmi mereka.
Dalam unggahan tersebut, Kopassus menyatakan bahwa kabar yang beredar tidak memiliki dasar yang valid dan hanya merupakan informasi yang dibuat-buat.
”Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dengan pihak protokoler. Ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid,” bunyi unggahan akun medsos resmi Kopassus pada Selasa (21/4).
Editor : M. Ainul Budi