Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Respon Dingin Gus Kikin Namanya Masuk Bursa Ketua PBNU: Jangan Cuma Rebutan Sopir, Perbaiki Dulu Kendaraannya!

Maulana RJ • Senin, 20 April 2026 | 19:39 WIB
Gus Kikin, saat acara Halal Bihalal PCNU Jember, di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum Pakusari, Jember, Minggu (19/04/2026). (Foto: Maulana/Radar Jember)
Gus Kikin, saat acara Halal Bihalal PCNU Jember, di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum Pakusari, Jember, Minggu (19/04/2026). (Foto: Maulana/Radar Jember)

PAKUSARI, Radar Jember - Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang suksesi kepemimpinan pada Muktamar ke-35 kian menghangat. 

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin, memberikan respons lugas terkait arus bawah yang mulai mendorong namanya untuk maju dalam bursa pimpinan tertinggi di PBNU.

Gus Kikin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk mengejar jabatan.

Baca Juga: Legitimasi PCNU Jember Sudah Lama Wasalam, Alotnya Restu dari PBNU Dituding Jadi Biangnya

Gus Kikin mengaku tetap menghargai setiap aspirasi para Nahdliyin yang lahir dari level ranting-ranting hingga cabang.

"Saya itu tidak ada keinginan untuk maju. Tapi kalau memang diamanahi untuk maju, ya saya akan maju. Karena memang itu merupakan aspirasi dari arus bawah," kata Gus Kikin, dalam pertemuannya dengan pengurus cabang, ranting, hingga banom di Jember, dalam acara Halalbihalal PCNU Jember di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Pakusari, Jember, Minggu (19/4/2026).

Di tengah spekulasi politik yang berkembang, Gus Kikin justru mengalihkan diskursus dari figur ke arah pembenahan organisasi. Baginya, suksesi bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua, tetapi upaya memperbaiki kendaraan besar bernama NU agar kembali pada marwah perjuangan para pendiri.

"Saya itu berpikir bagaimana NU itu sebagai kendaraan, itu kita perbaiki dulu. Kalau soal siapa yang nyupir, ayo kita nanti bicarakan sama-sama," tegasnya.

Baca Juga: Alasan Nahdliyin Jember Ingin Gus Kikin Nahkodai PBNU Gantikan Yahya Cholil Staquf

Gus Kikin menghendaki fokus utama saat ini adalah memastikan organisasi berjalan efektif dan melayani umat, bukan sekadar kompetisi kepentingan yang berpotensi memecah belah. 

"Supaya kendaraannya bagus, kemudian sopirnya bagus, penumpangnya juga nyaman, nah kita bisa kemudian berkolaborasi," tambah dia.

Dalam kesempatan tersebut, status Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Jember yang hingga saat ini belum mendapatkan lampu hijau dari PBNU juga menjadi sorotan. 

Gus Kikin menjelaskan bahwa kewenangan pemberian izin Konfercab sepenuhnya berada di tangan PBNU. "Kami juga sudah menyampaikan ke PBNU apa usulan-usulan dari PCNU Jember ini. Ya mudah-mudahan nanti bisa segera dilaksanakan," tuturnya. 

Baca Juga: Warga Jember Bisa Lapor Lewat Foto! Bupati Gus Fawait Buka Ruang Awasi Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis!

Keterlambatan ini memicu kekhawatiran di tingkat bawah terkait hak suara dalam permusyawaratan tertinggi NU mendatang, namun Gus Kikin berkomitmen untuk terus mendorong PBNU agar segera mencari solusi terbaik bagi PCNU Jember.

Lebih lanjut, menanggapi dinamika yang terjadi, cucu pendiri NU ini mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk tidak terjebak dalam kompetisi yang menguras energi. 

Ia ingin mengembalikan NU pada fitrahnya sebagai organisasi yang dipandu oleh nilai-nilai auliya. "NU ini didirikan oleh para auliya. Jadi kalau ini semua nyaman, insyaallah Allah yang akan membimbing," pungkas Gus Kikin.

Editor : Maulana RJ
#muktamar NU 2026 #Gus Kikin #PWNU Jatim #Nahdlatul Ulama #pbnu