Radar Jember – Kehadiran motor listrik Emmo JVX GT sebagai armada operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perbincangan hangat.
Pasalnya, sosok motor trail listrik ini dinilai memiliki kemiripan identik dengan jenama lain. Tak hanya satu, tapi beberapa jenama sekaligus.
Sebut saja Volta Godam yang sempat muncul di ajang IIMS 2022, hingga merek Kollter ES1-X PRO yang terpampang di laman e-commerce global, Alibaba.
Secara visual, sulit membantah kemiripan antara Emmo dan Volta Godam. Mulai dari siluet bodi, sasis twin spar, hingga detail kecil seperti footstep dan lampu utama terlihat serupa.
Satu-satunya perbedaan fisik yang mencolok hanyalah desain piringan cakram depan.
Performa yang ‘Disunat’?
Kejanggalan justru muncul pada spesifikasi teknis. Meski sama-sama menggunakan baterai 72V 31Ah, Emmo JVX GT diklaim hanya memiliki jarak tempuh 70 km dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.
Angka ini jauh di bawah klaim Volta Godam pada 2022 yang disebut mampu melesat hingga 96 km/jam dengan daya jelajah mencapai 140 km.
Bantahan Kepala BGN: ‘Ini Jenama Global’
Menanggapi isu branding produk di Alibaba, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa unit yang mereka gunakan berbeda dengan yang dijual di toko daring tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Emmo adalah merek yang dipasarkan di Indonesia, sementara untuk pasar Cina, Eropa, dan Amerika, motor ini menggunakan nama Tinbot.
Dadan juga menambahkan bukti kredibilitas merek ini dengan menyebutkan bahwa Tinbot telah dipamerkan di pameran otomotif bergengsi dunia, EICMA di Milan, Italia, serta telah digunakan secara resmi oleh kepolisian di Spanyol.
Analisis: Kerja Sama Pabrikan atau Produk White Label?
Melihat pola industri motor listrik saat ini, besar kemungkinan fenomena ini adalah kombinasi dari Produk White Label (ODM/OEM) dan Strategi Branding Regional.
Berikut beberapa poin alasannya:
- Basis Desain Global (White Label): Motor ini kemungkinan besar dikembangkan oleh satu manufaktur besar di Tiongkok sebagai produk white label.
Artinya, pabrikan asal mana pun bisa membeli desain dan sasis tersebut, lalu memberikan merek sendiri (Emmo di Indonesia, Kollter di pasar tertentu, atau Tinbot di Eropa).
- Perbedaan Spesifikasi (Downtuning): Perbedaan jarak tempuh yang drastis antara klaim Volta (140 km) dan Emmo (70 km) bisa disebabkan oleh penggunaan controller yang berbeda atau standar pengujian yang lebih realistis pada unit Emmo.
Ini sering terjadi ketika sebuah brand menyesuaikan performa motor agar lebih awet untuk kebutuhan operasional harian.
- Standardisasi EICMA: Klaim bahwa motor ini tampil di EICMA menunjukkan bahwa basis desainnya memang sudah memenuhi standar global.
Namun, di dunia otomotif modern, memiliki satu desain untuk banyak merek (multi-branding) adalah strategi efisiensi biaya yang sangat umum.
Editor : Imron Hidayatullahh