Radar Jember - Peta pariwisata dan ekonomi di wilayah ujung timur Pulau Jawa bersiap mengalami revolusi besar.
Kehadiran Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) sepanjang 175,46 km kini diproyeksikan menjadi kunci pembuka bagi potensi tersembunyi di jantung kawasan Tapal Kuda.
Proyek strategis nasional (PSN) ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh secara drastis. Jika biasanya perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi memakan waktu hingga 5 jam melalui jalan arteri, nantinya durasi tersebut menyusut hanya menjadi 2 jam saja.
Baca Juga: Bagaimana Jika Jember Terhubung dengan Tol Trans Jawa Via Prosiwangi?
Efisiensi ini pun akan membawa dampak instan bagi geliat wisata dan ekonomi di Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Lumajang. Sejumlah destinasi ikonik digadang-gadang bakal kecipratan berkah jika telah terintegrasi dengan Tol Prosiwangi ini.
Konektivitas yang lebih cepat diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi internasional yang berada di jalur tersebut.
Salah satunya seperti Kawah Ijen via Bondowoso. Terkenal dengan fenomena Blue Fire yang mendunia, akses ke kawah ini akan jauh lebih mudah dijangkau oleh wisatawan dari arah Surabaya maupun luar provinsi.
Kemudian, ada Pantai Watu Ulo dan Papuma (Jember). Dua ikon wisata bahari ini dikenal dengan panorama batuan karang yang eksotis dan pasir putihnya. Kehadiran tol akan mempermudah akses bagi pelancong yang ingin menikmati matahari terbenam di pesisir selatan Jember.
Tidak sampai di situ, perjalanan mbolang bisa berlanjut ke Tumpak Sewu dan Puncak Mahameru (Lumajang). Air terjun seribu yang megah serta pendakian ke atap tertinggi Jawa, Gunung Semeru, akan menjadi lebih terjangkau bagi para petualang berkat integrasi transportasi darat yang lebih nyaman.
Tidak hanya soal wisata, kemudahan akses ini memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa Timur.
Dengan waktu tempuh Probolinggo-Besuki yang kini hanya 30 menit dari semula 1 jam 15 menit, rantai pasok logistik bagi komoditas unggulan Jember dan sekitarnya akan jauh lebih efisien.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar jalan berbayar, tapi mesin pertumbuhan.
"Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi akan menjadi ruas tol terpanjang di Jawa Timur, sekaligus katalisator pengembangan kawasan Tapal Kuda. Dengan hadirnya tol ini, konektivitas wilayah meningkat, ekonomi lokal tumbuh, dan masyarakat mendapatkan alternatif transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien," tulis Kementerian PU, dalam keterangan resminya, 12 September 2025.
Baca Juga: Daftar Megaproyek Strategis Menteri PU di Jember: Flyover, Pasar, Hingga 50 Bendung Prioritas
Pembangunan tahap pertama sepanjang 49,68 km yang menghubungkan Probolinggo ke Besuki saat ini tengah dikebut menjadi fondasi penting bagi kemajuan Jember, sebagai jantung Tapal Kuda, dan seluruh daerah di sekelilingnya.
Koneksi Jember ke Tol Trans Jawa diyakini akan menjadi booster bagi daerah berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa ini.
Selama ini, kendala utama investor masuk ke Jember disebut-sebut lantaran masalah efisiensi waktu tempuh.
Kehadiran akses tol ini akan melengkapi kebangkitan Bandara Notohadinegoro Jember yang kini telah aktif kembali melayani rute vital Jakarta dan Bali. Dengan integrasi jalur darat dan udara, jantung Tapal Kuda ini diproyeksikan akan jauh lebih kompetitif di mata investor nasional maupun internasional.
Editor : Maulana RJ