Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Plastik Melonjak 100 Persen, Pramono Anung Ajak Warga Kembali ke Bungkus Tradisional

Imron Hidayatullahh • Minggu, 12 April 2026 | 16:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai melonjaknya harga plastik jadi momentum cari alternatif wadah ramah lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai melonjaknya harga plastik jadi momentum cari alternatif wadah ramah lingkungan.

Radar Jember – Lonjakan harga plastik yang mencapai 100 persen di pasar domestik memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai fenomena ini harus dijadikan momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk berinovasi mencari alternatif wadah ramah lingkungan demi mengurangi ketergantungan pada plastik.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/4), Pramono menegaskan bahwa kebutuhan untuk mengurangi penggunaan plastik sudah tidak bisa ditunda lagi.

Baca Juga: Sikapi Penurunan Angka Kelahiran, Presiden Erdogan Pertegas Kebijakan Melawan Ideologi Gender Netral dan LGBT

Ia mendorong adanya substitusi yang lebih berkelanjutan agar kenaikan harga tidak terus-menerus membebani produktivitas warga.

"Kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi. Harus ada substitusinya," ujar Pramono sebagaimana dilansir dari Antara.

Solusi Tradisional di Tengah Beban Ekonomi

Meski kebijakan harga berada di bawah wewenang pemerintah pusat, Pramono menyarankan langkah praktis bagi masyarakat untuk menyiasati situasi ini.

Salah satunya adalah dengan menghidupkan kembali cara-cara pembungkusan tradisional yang lebih alami dan murah.

Baca Juga: TERTARIK DAFTAR? Rekrutmen Pegawai Bea Cukai Gajinya Tembus Rp6 Juta? Lulusan SMA Bisa Daftar

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka, untuk itu, ya, kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional pakai bungkus, daun pisang, dan sebagainya," imbuhnya.

Langkah ini dinilai tidak hanya mampu menekan pengeluaran warga akibat naiknya harga kantong plastik, tetapi juga mendukung gerakan lingkungan hidup.

Dampak Konflik Geopolitik terhadap Industri

Lonjakan harga plastik yang terjadi sepanjang April 2026 ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Di tingkat pasar, harga plastik kresek terpantau merangkak naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak. 

Bahkan, jenis plastik tertentu mengalami kenaikan dari Rp20.000 hingga mencapai Rp25.000 per bungkus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan langkah mitigasi strategis. 

Baca Juga: Sorotan Data Kependudukan: 5 Provinsi dengan Populasi LGBT Tertinggi di Indonesia

Mengingat sebagian besar bahan baku industri plastik masih bergantung pada impor, gejolak harga energi global memberikan dampak langsung pada biaya produksi dalam negeri.

Pemerintah saat ini fokus memantau pergerakan harga komoditas dunia secara intensif guna memastikan dampak dinamika geopolitik terhadap industri dan daya beli masyarakat dapat diminimalisasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Editor : Imron Hidayatullahh
#harga plastik mahal #gubernur dki jakarta #dki jakarta #konflik timur tengah