Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ternyata Masih Coming Soon! Showroom Motor Listrik Emmo Belum Siap meski Unitnya Sudah DIborong BGN

Imron Hidayatullahh • Kamis, 9 April 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi motor operasional Badan Gizi Nasional merek Emmo. (foto: AI)
Ilustrasi motor operasional Badan Gizi Nasional merek Emmo. (foto: AI)

Radar Jember – Nama Emmo Electric Mobility mendadak jadi buah bibir setelah penampakan unitnya yang berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial.

Publik dibuat penasaran, karena merek ini tergolong asing dan hampir tidak pernah terlihat mengaspal di jalan raya Indonesia, berbeda jauh dengan popularitas merek lokal lain seperti Gesits, Alva, atau Polytron.

Berdasarkan penelusuran pada situs resminya, Emmo merupakan pemain baru yang berdiri pada tahun 2021.

Baca Juga: Sistem Kerja Fleksibel Resmi Berlaku: Simak Aturan Baru WFH bagi PNS hingga PPPK

Namun, perusahaan ini tergolong pasif karena baru meluncurkan dua produk pertamanya pada tahun 2025 lalu.

Dua model andalan yang kini diduga disiapkan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut adalah Emmo JVX GT (bertipe trail) dan Emmo JVH Max (bertipe skuter).

Spesifikasi dan Harga yang Jadi Sorotan

Model pertama, Emmo JVX GT, didesain sebagai motor petualang bertenaga 7.000 W yang diklaim mampu melibas medan off-road maupun jalan raya.

Motor ini dibekali baterai 72v 31Ah dengan sistem dual battery lepas-pasang yang mendukung fast charging.

Baca Juga: Viral Jadi Kendaraan Operasional MBG, Inilah 5 Fakta Motor Listrik Emmo Pilihan Badan Gizi Nasional

Meski diklaim ideal untuk petualangan, jarak tempuhnya hanya berada di angka 70 km dengan banderol harga yang cukup fantastis, yakni Rp56,8 juta .

Sementara itu, untuk mobilitas perkotaan, tersedia model Emmo JVH Max. Skuter listrik ini menawarkan kecepatan puncak hingga 90 km/jam dengan dukungan baterai 72v 30Ah.

Sama seperti versi trailnya, daya jelajah skuter ini terbatas hanya pada 70 km dalam sekali pengisian daya. Di situs resminya, unit ini dipasarkan dengan harga Rp48,8 juta .

Kejanggalan Jaringan Dealer dan Showroom

Hal yang paling menarik perhatian adalah kesiapan infrastruktur dari merek ini.

Meski telah terlibat dalam pengadaan skala besar untuk instansi pemerintah pada tahun 2026, jaringan distribusi Emmo terpantau masih sangat terbatas.

Baca Juga: Fenomena LGBT Jadi Atensi Serius, DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Regulasi Daerah

Hingga saat ini, Emmo baru berencana melakukan ekspansi dengan target membangun 50 dealer resmi di kota-kota besar Indonesia.

Bahkan, satu-satunya alamat showroom resmi yang tercantum dalam situs perusahaan, yakni di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, terpantau masih berstatus 'segera hadir'.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warganet mengenai kesiapan layanan purna jual (aftersales) dan perawatan unit-unit tersebut, mengingat puluhan ribu unitnya kini sudah siap didistribusikan sebagai aset negara.

Baca Juga: TEGAS! Pakar Hukum Sebut Jaksa Keliru: Jasa Profesional Amsal Sitepu Tidak Masuk Ranah Korupsi

Klarifikasi Kepala BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan alasan mendasar di balik pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik untuk program operasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kendaraan roda dua dipilih sebagai solusi konkret untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki akses geografis yang menantang dan sulit dilalui kendaraan roda empat.

Dadan menyebutkan, sejumlah sepeda motor berlogo BGN itu sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).

Dadan mengatakan, proses realisasi pengadaan motor itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.

Editor : Imron Hidayatullahh
#kepala bgn #motor listrik emmo #motor listrik #Mbg #Badan Gizi Nasional (BGN)