Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Halal Bihalal HIKAM Wilayah Tapal Kuda di Ponpes Yasinat Jember, Perkuat Ikatan Santri dan Spirit Birrul Walidain

M. Ainul Budi • Rabu, 8 April 2026 | 12:24 WIB
Halal Bihalal HIKAM Wilayah Tapal Kuda di Ponpes Yasinat Jember, Perkuat Ikatan Santri dan Spirit Birrul Walidain
Halal Bihalal HIKAM Wilayah Tapal Kuda di Ponpes Yasinat Jember, Perkuat Ikatan Santri dan Spirit Birrul Walidain

RADAR JEMBER - Himpunan Keluarga Alumni Al-Muhibbin (HIKAM) wilayah Tapal Kuda kembali menggelar Halal Bihalal bersama Pengasuh di Pondok Pesantren Yayasan Islam Nahdlatut Thalabah (YASINAT), Wuluhan, Jember, Selasa (7/4) siang. Kegiatan ini diikuti alumni dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo, serta dihadiri masyarakat dan wali santri sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil oleh Kyai Drs. M. Hamid Aqil Basuni, M.Pd, yang menghadirkan suasana khidmat dan memperkuat ikatan ruhani antaralumni dan para masyayikh.

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes YASINAT, KH. Moch Dimyathi Burhan, menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan guru sebagai kunci keberkahan.
“Santri Tambakberas itu manfaatnya bisa luber-luber, asalkan tetap tersambung dengan gurunya, khususnya dengan membaca Al-Fatihah kepada Romo KH. Moch Djamaluddin Ahmad,” dawuhnya.

Ia mengibaratkan santri seperti ranting dan daun yang akan kering jika tidak tersambung dengan batang pohon. Mengutip kitab Alala, ia menegaskan bahwa ilmu akan menghidupkan seseorang meskipun jasadnya telah tiada. Ia pun mengajak hadirin untuk memohon empat hal: hati yang bersih, iman yang tetap, keberkahan hidup, dan keselamatan dunia akhirat.

Halal Bihalal HIKAM Wilayah Tapal Kuda di Ponpes Yasinat Jember, Perkuat Ikatan Santri dan Spirit Birrul Walidain
Halal Bihalal HIKAM Wilayah Tapal Kuda di Ponpes Yasinat Jember, Perkuat Ikatan Santri dan Spirit Birrul Walidain

Ketua Umum HIKAM Pusat, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), menyampaikan bahwa rangkaian Halal Bihalal ini merupakan bagian dari silaturahim nasional di 10 titik.
“Tapal Kuda ini titik ketiga setelah Madiun Raya dan Karesidenan Kediri, dan akan berlanjut ke daerah lain seperti Lampung dan Jakarta,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan pengasuh agar alumni tidak “kering” secara spiritual.

Pada sesi inti, taujihat disampaikan oleh KH. Moch Idris Djamaluddin yang akrab disapa Kyai Idris Djamal. Ia menegaskan bahwa safari Halal Bihalal ini merupakan bagian dari birrul walidain, yakni menyambung apa yang dicintai oleh orang tua, dalam hal ini Romo KH. Moch Djamaluddin Ahmad yang sangat mencintai santri.
“Abah itu merawat santri, bahkan melebihi merawat anaknya sendiri,” ungkapnya.

Mengutip hadis “al-arwahu junudun mujannadah”, ia menjelaskan pentingnya kebersamaan dan keterikatan ruhani antaralumni. Ia juga menyampaikan tanda orang yang dikehendaki baik oleh Allah—senang ilmu, zuhud terhadap harta, dan mampu melihat kekurangan diri—serta cara mengenalinya melalui guru, teman yang jujur, dan belajar dari keburukan orang lain.

“Orang cerdas itu yang mampu merendahkan dirinya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam amanah, “Kalau hatimu tahu itu bukan milikmu, jangan digunakan.”

Selain itu, ia menyinggung bahwa ruh ulama tetap memberi manfaat bahkan setelah wafat, serta mencontohkan bagaimana Allah mendidik Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan para nabi terdahulu.

Mauidzoh dilanjutkan oleh KH. Imam Baghowi Burhan yang menekankan pentingnya menghadirkan suasana nyaman untuk ibadah di rumah dan pesantren. Ia mengutip dawuh Mbah Yai Zaid Ringinagung bahwa rumah harus layak untuk tamu dan tempat ngaji tidak perlu diperhitungkan secara materi. Ia juga mengenang keteladanan Abah Djamal yang sangat dihormati dan dicintai.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan hingga akhir acara. Halal Bihalal ini kembali meneguhkan bahwa silaturahim, sanad keilmuan, dan kecintaan kepada guru merupakan fondasi utama dalam menjaga keberkahan hidup dan kekuatan spiritual alumni di tengah dinamika zaman.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #situbondo #santri #banyuwangi #Bondowoso