RADAR JEMBER - Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi memperkenalkan terobosan baru dalam proses pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026.
Sistem yang diberi nama Smart Select ini hadir sebagai evolusi dari sistem seleksi sebelumnya, dengan mengedepankan efisiensi dan kecocokan kompetensi pelamar secara otomatis.
Baca Juga: Atur Gaji Lebih Terukur: Mengenal Metode 70-20-10 untuk Menjaga Stabilitas Finansial di Tahun 2026
Smart Select merupakan sistem seleksi cerdas yang dirancang untuk memetakan kemampuan kandidat dengan kebutuhan spesifik jabatan yang dilamar, sehingga meminimalisir kesalahan penempatan pegawai (mismatch).
Salah satu perubahan utama terletak pada jadwal dan mekanisme ujian.
Jika sebelumnya peserta harus mengikuti ujian secara serentak di seluruh Indonesia, kini peserta diberi keleluasaan memilih tanggal dan waktu ujian sendiri.
“Bayangkan kamu bisa memilih sendiri tanggal dan waktu ujian ketika kamu merasa paling siap untuk mendapatkan skor maksimal,” demikian ujar narator.
Baca Juga: Kebijakan Baru Akhir Maret 2026: Orang Tua Wajib Tahu, Akses Media Sosial bagi Anak Kini Dibatasi
Tak hanya itu, sistem seleksi juga tidak lagi bersifat “one shot”.
Peserta kini memiliki kesempatan untuk mengulang subtes tertentu jika nilainya belum optimal.
Tiga subtes yang dapat diulang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelijensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Kebijakan ini disebut sebagai langkah yang lebih adil bagi peserta.
Perubahan signifikan lainnya adalah masa berlaku nilai tes yang diperpanjang menjadi dua tahun.
Dengan sistem ini, peserta cukup mengikuti tes satu kali dan dapat menggunakan nilainya untuk melamar formasi lain di tahun berikutnya tanpa harus mengulang dari awal.
Mekanisme ini dinilai lebih efisien dan memberikan peluang lebih luas.
Di sisi lain, manajemen kuota juga akan diubah.
Seleksi tidak lagi dilakukan dalam satu gelombang besar, melainkan dibuka secara bertahap dengan jumlah formasi yang lebih kecil dan disesuaikan kebutuhan instansi.
Editor : M. Ainul Budi