Radar Jember – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sejak akhir Februari 2026 mulai berdampak nyata pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia, Vietnam, hingga Singapura, tercatat telah melakukan penyesuaian harga yang cukup signifikan.
Di Malaysia, pemerintah setempat baru saja menetapkan harga eceran terbaru untuk periode 26 Maret hingga 1 April 2026.
Baca Juga: Khusus Daerah 3T, Program Makan Bergizi Gratis Bakal Disalurkan 6 Hari Seminggu
Kenaikan menyasar jenis BBM non-subsidi seperti RON 97 yang kini menyentuh RM5,15 (sekitar Rp22.023) per liter dan RON 95 non-subsidi di level RM3,87 (sekitar Rp16.549) per liter.
Kementerian Kewangan Malaysia menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi pasar minyak mentah dunia demi menjaga keseimbangan ekonomi domestik.
"Pemerintah juga akan terus memantau tren harga minyak mentah global secara cermat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," demikian pernyataan resmi Kementerian Kewangan Malaysia dinukil dari The Star.
Baca Juga: SPPG Beroperasi Lagi 31 Maret 2026, BGN Ancam Sanksi Tegas Mitra MBG Nakal
Vietnam juga mencatat lonjakan drastis, di mana harga solar meroket hingga 105 persen sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, mencapai kisaran Rp25.351 per liter.
Sementara itu, Singapura masih memegang predikat dengan harga BBM termahal di kawasan, di mana bensin RON 98 nyaris menyentuh angka Rp55.000 per liter.
Bagaimana dengan Indonesia?
Meski sejumlah badan usaha seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo telah menaikkan harga BBM non-subsidi per Maret 2026, harga di Indonesia secara umum masih kompetitif dibandingkan negara tetangga.
Berikut adalah perincian rata-rata harga bensin per liter di beberapa negara ASEAN per 23 Maret 2026:
- Singapura: Rp43.627 per liter
- Laos: Rp29.879 per liter
- Kamboja: Rp28.036 per liter
- Filipina: Rp24.316 per liter
- Thailand: Rp23.369 per liter
- Indonesia (Pertamax): Rp12.300 per liter
- Malaysia (Subsidi RON 95): Rp8.509 per liter
Indonesia hingga saat ini masih mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite di level Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi Rp6.800 per liter guna melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian pasar global.
Editor : Imron Hidayatullahh