RADAR JEMBER - Pemerintah menargetkan operasional tahap pertama Koperasi Desa Merah Putih pada bulan Juli 2026.
Berdasarkan data yang ada sekitar 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan siap beroperasi.
Oleh karenanya, untuk mensukseskannya pemerintah sedang menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) melalui rekrutmen SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yang rencananya akan ditempatkan di masing-masing koperasi dan bertindak sebagai manajer KDMP.
Baca Juga: Prabowo Siap Lawan Rentenir yang Menyekik Wong Cilik Lewat Kopdes
Sebelumnya Kementerian Pertahanan sudah merilis jadwal pendaftaran SPPI namun tiba-tiba poster di tarik dan pendaftarannya belom jelas kembali akan dibuka kapan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keberadaan SDM menjadi faktor kunci dalam memastikan koperasi desa dapat berjalan optimal.
Baca Juga: Bangun Dulu, Izin Belakangan? Ratusan Gerai KDMP di Bondowoso Tanpa PBG
“Insyaallah tahun ini sekitar 30.000 Koperasi Desa Merah Putih diharapkan sudah bisa operasional. Tentunya dibutuhkan pengawakan untuk menjalankan fungsi-fungsi koperasi tersebut,” ujar Prasetyo.
Jika 80.000 Koperasi dapat beroperasi semua, pemerintah memproyeksikan akan membuka 1,4 juta lapangan kerja baru. Dengan rincian 240 ribu pengelola koperasi, 400 ribu pengurus koperasi, 240 ribu pengawas koperasi, dan 560 ribu tenaga unit usaha (seperti toko, apotek, cold storage, dan logistik).
Editor : M. Ainul Budi