Radar Jember - Bulan suci Ramadan 1447 H tidak menghentikan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan aksi bersih-bersih.
Kali ini, Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq, menjadi sasaran dalam operasi tangkap tangan (OTT) ketujuh yang digelar lembaga antirasuah tersebut sepanjang tahun 2026.
Kabar penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Tim satgas KPK melakukan pergerakan senyap di wilayah Jawa Tengah sebelum akhirnya mengamankan sang Bupati.
“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya Bupati,” ujar Budi Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi ini.
Daftar Panjang "Pasien" KPK Sepanjang Januari-Maret 2026
Penangkapan Fadia menambah daftar panjang pejabat yang terjaring OTT di awal tahun ini. Berikut adalah kilas balik rentetan OTT KPK di tahun 2026:
- 9-10 Januari: OTT suap pajak di lingkungan Ditjen Pajak Jakarta Utara (8 orang ditangkap).
- 19 Januari: Wali Kota Madiun, Maidi, ditangkap terkait dugaan pemerasan proyek dan dana CSR.
- 19 Januari: Bupati Pati, Sudewo, terjaring OTT terkait kasus pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
- 4 Februari: OTT di KPP Madya Banjarmasin terkait restitusi pajak.
- 4 Februari: Kasus importasi barang KW yang menyeret Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
- 5 Februari: Skandal sengketa lahan yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, serta Dirut anak perusahaan Kemenkeu.
Operasi di Pekalongan ini menjadi pengingat keras bahwa radar pengawasan KPK tetap menyala, bahkan di tengah hari besar keagamaan.
Publik kini menanti pengumuman resmi mengenai konstruksi perkara dan nominal uang yang diamankan dalam OTT di jantung Jawa Tengah tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh