Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kontroversi Hari Valentine di Berbagai Negara, Dari Larangan hingga Penolakan

M Adhi Surya • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:05 WIB

Ilustrasi valentine, background valentine
Ilustrasi valentine, background valentine

Radar Jember - Di tengah maraknya perayaan Hari Kasih Sayang di berbagai negara, tidak semua wilayah menyambut 14 Februari dengan antusias. 

Sejumlah pemerintah dan kelompok masyarakat memilih membatasi bahkan melarang perayaan Valentine karena dianggap tidak sejalan dengan nilai agama maupun budaya setempat.

Salah satu contoh datang dari Pakistan. Pemerintah di negara tersebut menilai promosi Valentine bertentangan dengan norma sosial yang dijunjung tinggi masyarakat.

Karena itu, berbagai bentuk kampanye maupun perayaan yang bersifat publik mendapat pengawasan ketat.

Pengawasan tersebut melibatkan Otoritas Regulasi Media Elektronik Pakistan (Pemra). 

Lembaga itu diminta memastikan media televisi, radio, hingga platform digital tidak menayangkan konten promosi yang berkaitan dengan Hari Valentine.

Di Indonesia, penolakan terhadap Valentine juga kerap muncul dari kalangan tokoh agama. 

Sejumlah ulama menyampaikan pandangan bahwa perayaan tersebut bukan bagian dari tradisi Islam sehingga tidak perlu diikuti secara luas oleh umat Muslim.

Hal serupa pernah terjadi di Malaysia. Sebuah organisasi pemuda Muslim merilis imbauan menjelang Valentine yang mendorong kaum perempuan menjaga kesederhanaan dalam berkomunikasi serta menghindari perilaku yang dianggap berlebihan dalam relasi pribadi.

Sementara itu, Arab Saudi pernah menerapkan pembatasan ketat terhadap simbol-simbol Valentine. 

Pada periode tertentu, masyarakat yang ingin membeli bunga mawar merah harus mencarinya secara sembunyi-sembunyi karena penjualan resmi dibatasi.

Penolakan terhadap Valentine tidak hanya muncul di negara mayoritas Muslim. 

Di India, sejumlah partai politik pernah melontarkan kritik terhadap perayaan tersebut karena dinilai sebagai pengaruh budaya Barat yang kurang sesuai dengan tradisi lokal.

Bahkan, organisasi Bajrang Dal pernah mengeluarkan peringatan kepada kaum muda agar menjauhi perayaan Valentine. 

Kelompok tersebut mengklaim akan mengambil tindakan sosial terhadap pasangan yang tertangkap merayakan, sehingga memicu perdebatan di tengah masyarakat. (dhi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #pakistan #indonesia #14 Februari #ilustrasi #mayoritas muslim #valentine