JENGGAWAH, Radar Jember – Pemerintah Indonesia melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI terus memacu target ambisius untuk menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok negeri.
Wakil Kepala BP Taskin RI, Iwan Sumule, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Iwan Sumule saat melakukan kunjungan kerja dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Kamis (12/2/2026).
Iwan menjelaskan bahwa secara nasional, target kemiskinan relatif dipatok turun hingga 4,5 persen pada tahun 2029.
"Berdasarkan survei BPS terakhir, penurunan angka kemiskinan nasional belum terlalu signifikan, yakni di angka 8,25 persen. Oleh karena itu, konsistensi penurunan 1 persen setiap tahun menjadi kerja keras yang harus kita sinergikan bersama," kata Iwan Sumule di hadapan warga dan perangkat desa.
Dalam kunjungan tersebut, Iwan menyoroti kondisi kemiskinan di Kabupaten Jember yang dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu persoalan sosial paling akut di Jawa Timur.
Dengan angka kemiskinan ekstrem yang tercatat masih menembus angka 124.000 jiwa, BP Taskin menetapkan Jember sebagai daerah prioritas penanganan.
"Kami menjadikan Jember sebagai jembatan atau daerah prioritas karena angkanya yang cukup tinggi. Untuk mencapai target nol persen, dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri," tegas dia.
Baca Juga: Jember Darurat Kemiskinan, Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus dan Program MBG: Tak Bisa Hanya Dinsos!
Sebagai bagian dari program "Sitaskin" (Sinergi Taskin), Iwan menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan.
Beberapa fokus utama di Jember meliputi program pemberdayaan melalui Sekolah Rakyat, pengadaan Kampung Nelayan Merah Putih, hingga pembentukan Kampung Budidaya.
Selain pemberdayaan ekonomi, BP Taskin juga bergerak cepat di sektor pendidikan.
Merespons permohonan Pemerintah Kabupaten Jember, Iwan memastikan adanya percepatan rehabilitasi sejumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat.
"Fungsi BP Taskin ada pada diksi 'percepatan'. Kami membantu memotong hambatan birokrasi agar bantuan dari pusat bisa langsung dirasakan masyarakat. Masalah utama dari program yang baik seringkali adalah birokrasi yang lambat, dan itu yang kami benahi hari ini di Jember," tutup Iwan. (mau)
Editor : M. Ainul Budi