JAKARTA, Radar Jember – Kasus penjual es gabus yang sempat dituding menjual es berbahan spons kini memasuki babak baru.
Suderajat, pedagang es gabus yang videonya viral usai dagangannya diamankan aparat di Jakarta Pusat, mengaku mengalami penganiayaan.
Kasus itu pun menarik perhatian pengacara kondang Hotman Paris yang menyatakan siap memberikan bantuan hukum.
Suderajat menuturkan, perlakuan kasar itu dialaminya saat proses penertiban. Ia mengaku dipaksa berdiri dengan satu kaki dan menerima pukulan di wajah.
“Saya disuruh berdiri satu kaki, wajah kanan ditonjok,” ucapnya kepada awak media.
Tak berhenti di situ, Suderajat menyebut kekerasan fisik juga mengenai bagian tubuh lainnya. Hingga kini, pundak kanan masih terasa sakit akibat disabet menggunakan selang.
“Disabetnya sama tentara, selain itu juga disuruh minum pakai air comberan,” katanya.
Peristiwa tersebut membuat Suderajat trauma dan memilih berhenti berjualan.
Padahal, belakangan tudingan es berbahan spons yang dialamatkan kepadanya telah dipatahkan setelah dilakukan klarifikasi.
Kasus itu kemudian mendapat perhatian luas dari masyarakat. Hotman Paris melalui unggahan Instagram pada 28 Januari mengaku menerima ribuan pesan terkait nasib pedagang es gabus tersebut.
Ia pun membuka pintu bantuan hukum secara cuma-cuma.
“Di medsos saya ribuan orang minta tolong mengenai pedagang es gabus yang difitnah, saya minta keluarga atau korban menghubungi Hotman 911, nanti tim pengacara saya di seluruh Indonesia akan membantu tanpa perlu dibayar,” ucapnya.
Hotman meminta korban atau keluarga segera menghubungi pihaknya. Ia bahkan menyarankan agar wartawan membantu proses komunikasi jika korban kesulitan.
“Hubungi hari ini juga, minta bantuan wartawan jika anda tidak tahu nanti biar wartawannya yang menghubungi,” lanjutnya.
Kecaman keras juga datang dari Deddy Corbuzier. Staf Khusus Menteri Pertahanan itu menilai tindakan oknum aparat tersebut mencoreng institusi.
“Gara-gara anda semua yang di tentara dan polisi kebawa-bawa semua,” ujarnya.
Deddy menyoroti kondisi korban yang sudah lanjut usia dan bertubuh kurus. “Orang udah tua, kurus, lu gebukin, lu gila ya?”
ungkapnya. Ia menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta penindakan tegas sesuai aturan.
“Mau lu polisi, mau lu tentara, mau lu satpam, jangan mukulin orang,” tegasnya.(yul)
Editor : M. Ainul Budi