Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sorak Bahagia Ibu-Ibu Bener Meriah, Listrik Akhirnya Hidup Kembali Setelah 21 Hari meski Hanya dari Genset

Imron Hidayatullahh • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:04 WIB
Tangkapan layar detik-detik genset menyala dan menghidupkan lampu di dapur umum pengungsian Aceh. (TikTok/zaits_bf)
Tangkapan layar detik-detik genset menyala dan menghidupkan lampu di dapur umum pengungsian Aceh. (TikTok/zaits_bf)

Radar Jember - Bagi para pengungsi di Bener Meriah, Aceh Tengah, kebahagiaan hadir sesederhana melihat cahaya lampu kembali berpijar.

Setelah tiga minggu lamanya mereka beraktivitas dalam kegelapan total akibat putusnya aliran listrik.

Momen haru sekaligus membahagiakan ini terekam dalam unggahan akun TikTok @zaits_bf pada Senin (15/12/2025).

Video tersebut memperlihatkan suasana di dapur umum, tempat para ibu berjuang menyiapkan makanan untuk ratusan pengungsi lainnya di tengah keterbatasan.

Awalnya, suasana dapur tampak remang-remang. Seorang relawan terdengar mencoba menenangkan para ibu yang sedang sibuk memasak agar tetap tenang meski fasilitas terbatas.

"Ibu-ibu sabar ya ibu-ibu, ya," seru relawan tersebut memberikan semangat.

Tak lama kemudian, suara deru mesin genset terdengar, disusul dengan cahaya lampu yang tiba-tiba menerangi seluruh ruangan.

Seketika, suasana dapur yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh dengan rasa syukur.

"Alhamdulillah, ya Allah terima kasih," ucap para ibu secara serempak dengan nada suara yang penuh kelegaan.

Kehadiran listrik, meski hanya bersumber dari genset, menjadi penyemangat baru bagi warga.

Mereka merasa bantuan yang datang benar-benar memberikan harapan di tengah masa sulit.

"Hidup ya bu, ada bantuan," seru salah seorang warga dengan antusias.

Kabar gembira ini pun langsung disebarluaskan kepada pengungsi lainnya yang berada di tenda-tenda atau ruang perawatan.

"Udah ada lampu, udah ada lampu," kata seorang warga mengabarkan keberadaan cahaya tersebut kepada rekan-rekan sesama pengungsi.

Bagi warga Bener Meriah, menyalanya lampu setelah 21 hari kegelapan bukan sekadar soal penerangan, melainkan simbol kembalinya denyut kehidupan dan secercah harapan di tengah bencana.

Editor : Imron Hidayatullahh
#posko pengungsian #bencana aceh sumbar sumut #dapur umum #banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #bener meriah aceh