Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soroti Masa Pascabencana Sumatera, Akademisi Ungkap Pemulihan Butuh Banyak Sumber Daya: Kita Butuh Bangun Rumah dan Infrastruktur

M. Ainul Budi • Senin, 15 Desember 2025 | 22:04 WIB
Akademisi Sulfikar Amir khawatir penanganan pascabencana banjir di Sumatera lama. (Instagram/sumutnusantara)
Akademisi Sulfikar Amir khawatir penanganan pascabencana banjir di Sumatera lama. (Instagram/sumutnusantara)

RADAR JEMBER - Upaya penanggulangan bencana banjir yang melanda 3 provinsi di Sumatera masih terus dilakukan oleh pemerintah.

Sejak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu, baik pemerintah maupun relawan dari berbagai pihak membantu menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Penanganan dampak banjir juga mulai dilakukan, salah satunya dengan mengeruk endapan lumpur lumpur atau mulai dengan memotong kayu-kayu yang terbawa air.

Mengenai penanganan pasca banjir tersebut, akademisi Sulfikar Amir mengungkapkan bahwa pemerintah mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama agar semuanya pulih seperti keadaan semula.

Pascabencana Menentukan Langkah Penanganan

Periode pascabencana, kata Sulfikar merupakan tahap ketiga dalam kebencanaan, setelah masa pra-bencana dan dampak kerentanan masyarakat saat bencana datang.

“Pascabencana itu menentukan dari dampak yang terjadi dan bagaimana meresponnya ketika bencana itu terjadi,” ujar Sulfikar dikutip dari siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Senin, 15 Desember 2025.

“Ada satu peristiwa bencana yang pas masa pascanya bisa berlangsung lama sekali, tergantung jenis bencananya juga. Misal hujan relatif lebih lama dibanding kebakaran,” lanjutnya.

Lebih lanjut, bencana banjir di Sumatera, menurut Sulfikar kemungkinan akan memiliki masa pascabencana yang lama.

“Yang kita lihat di Sumatera ini, dalam kekhawatiran saya itu akan memiliki pascabencana yang lama sekali. Apa lagi hujan yang masih turun,” sambungnya.

Bencana Sumatera Belum Masuk dalam Masa Pascabencana

Kondisi cuaca yang masih sering turun hujan, kata Sulfikar membuat penanganan bencana di Sumatera belum masuk ke dalam tahapan pascabencana.

“Kita belum masuk masa pasca. Kita masih melihat masyarakat di sana yang masih terdampak oleh banjir bandang, lalu longsor dan sebagainya,” paparnya.

“Ini masih berlangsung, jadi yang kita lakukan sekarang baru menolong, memberi bantuan kepada mereka yang terdampak, memitigasi atau mengurangi dampak dan kita belum masuk masa pasca itu,” terangnya.

Masa pascabencana, menurut Sulfikar baru masuk ketika hujan dan banjir sudah tak terjadi di lokasi awal.

Pascabencana Butuh Sumber Daya Besar

Akademisi Indonesia yang kini menjadi dosen di NTU Singapura itu juga menyebut bahwa di momen pascabencana, pemerintah butuh banyak sumber daya untuk pemulihan.

“Masa pascabencana ini butuh sumber daya yang jauh lebih besar. Kita harus membangun rumah, infrastruktur, listrik, jembatan, dan ini butuh waktu lama,” ujarnya.

“Dampaknya juga sangat dalam karena pascabencana seperti banjir ini menghasilkan penyakit,” ujarnya.

Penyakit pascabencana juga menjadi ancaman kesehatan bagi warga yang terdampak.

Sementara dari segi kehidupan sosial, permasalahan muncul seperti orang-orang yang menjadi miskin usai harta benda hilang hingga tingkat kejahatan yang naik.

Editor : M. Ainul Budi
#longsor #akademisi #sumatera #Banjir #aceh