Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Kasus Penculikan dan Pembunuhan Alvaro, Polisi Sebut Potensi Ada Tersangka Baru

Imron Hidayatullahh • Selasa, 25 November 2025 | 21:07 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri)

Radar Jember - Polisi menyatakan motif penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro Kiano Nugroho, 6, dilakukan ayah tirinya, Alex Iskandar, berawal dari dendam terhadap istrinya, ibu kandung Alvaro.

Motif itu terungkap melalui rekam jejak digital komunikasi tersangka sebelum aksi penculikan yang terjadi pada 6 Maret 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, tersangka menyimpan kemarahan mendalam terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri. Alex diduga meyakini bahwa istrinya berselingkuh.

"Jadi motifnya sudah ada dorongan dan terakumulasi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain," ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan di Jakarta pada Senin (24/11/2025).

Budi mengatakan, akumulasi emosi itu menjadi pemicu tindakan penculikan yang berujung pembunuhan terhadap Alvaro.

Polisi juga menemukan jejak komunikasi yang memperlihatkan kemarahan tersangka.

Niat Balas Dendam Terungkap lewat Jejak Digital

Menurut Budi, rekam jejak digital berperan penting dalam mengungkap motif pelaku. Polisi menyita ponsel tersangka dan melakukan pemeriksaan forensik atas isi percakapannya dengan ibu korban.

"Terlapor setelah terang-terangan menulis kalimat 'gimana caranya gue balas dendam'. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ditujukan ke pihak tertentu," kata Budi.

Melalui pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan indikasi kuat adanya niat balas dendam yang akhirnya diarahkan kepada Alvaro.

Pengakuan Pelaku: Culik dari Masjid, lalu Bunuh Korban

Budi menyebut, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya. Alex menculik Alvaro dari masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebelum melakukan pembunuhan dan membuang jasad korban di wilayah Bogor.

Saat pemeriksaan, kata Budi, tersangka mengaku didorong oleh kemarahan yang telah terakumulasi.

Identifikasi Jasad Masih Berjalan

Hingga kini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polda Metro Jaya masih menangani kasus tersebut.

Polisi masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan identitas tulang belulang yang ditemukan di Bogor.

"Nah, penyidik terhadap pihak-pihak lain, terus kami akan lakukan, termasuk informasi apa pun, apakah ada pihak-pihak lain yang turut serta di dalam melakukan aksi penculikan sampai dengan mengakibatkan hilangnya nyawa AKN. Ini terus kami lakukan," ujar Budi.

 Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Ini Tema dan Maknanya

Penyidikan Lanjutan dan Kemungkinan Tersangka Baru

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada penetapan Alex sebagai pelaku.

Polisi masih mengejar kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk mereka yang berpotensi membantu upaya pelaku dalam proses pembuangan jenazah atau upaya menutupi tindak pidana.

Kasus hilangnya Alvaro sejak Maret 2025 sebelumnya menyita perhatian publik setelah jasad yang diduga merupakan tubuh korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.

Proses identifikasi kini masih berlangsung di laboratorium forensik.

Editor : Imron Hidayatullahh
#ayah tiri Alvaro Kiano #penculikan #Pembunuhan #polda metro jaya