RADAR JEMBER – Sebuah video yang menunjukkan percobaan mencampurkan Pertalite dengan air kemudian memunculkan dua lapisan cairan telah menjadi viral di media sosial.
Video berdurasi hampir dua menit tersebut mengklaim bahwa lapisan bening di bagian bawah botol mengandung etanol, sedangkan lapisan atas adalah Pertalite.
Dalam narasi video tersebut, tertulis bahwa etanol bisa larut sebagian dalam bensin karena sifat hidrokarbon-nonpolar, namun jika dicampur dengan air yang bersifat polar, etanol akan ‘berpindah’ ke air dan memisahkan diri sehingga muncul dua lapisan.
Namun, penjelasan ini langsung ditanggapi oleh PT Pertamina Patra Niaga yang menegaskan bahwa klaim adanya etanol dalam Pertalite tidak benar.
Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Pertalite merupakan bensin RON 90 yang berasal dari hasil pencampuran komponen hidrokarbon kilang (gasoline base), dan tidak mengandung etanol sebagai tambahan.
Ia juga menegaskan bahwa munculnya dua lapisan pada percobaan hanyalah fenomena alamiah akibat sifat polaritas air yang berbeda dengan bensin.
Fenomena dua lapisan yang muncul dalam percobaan tersebut, lanjut Roberth, terjadi karena air dan bensin tidak bisa saling larut. Secara ilmiah, air bersifat polar, sedangkan bensin adalah cairan nonpolar.
Ketika kedua zat ini dicampur, air akan turun ke bagian bawah karena memiliki massa jenis lebih besar, sementara bensin berada di lapisan atas.
munculnya video ini bertepatan dengan meningkatnya laporan dari pengguna kendaraan yang mengeluh mesin motor brebet usai mengisi Pertalite.
Namun, pihak Pertamina meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan keluhan tersebut dengan isu etanol.
Dengan demikian, klaim bahwa Pertalite mengandung etanol ketika dicampur air dinyatakan tidak benar. Video viral tersebut hanyalah hasil dari ketidaktahuan akan sifat dasar zat kimia bahwa air dan bensin memang tidak dapat bersatu dalam satu campuran homogen.
Penulis: Yasmin Alia Zuhriasa
Editor : M. Ainul Budi