Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Heboh Susu MBG Hanya 30 Persen Susu Segar, BGN Bantah Isu ‘Cuma Air’ dan Ungkap Fakta Gizi Asli!

Imron Hidayatullahh • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:29 WIB
BGN jelaskan alasan susu MBG memiliki kandungan susu segar kurang dari 30 persen. (bgn.go.id)
BGN jelaskan alasan susu MBG memiliki kandungan susu segar kurang dari 30 persen. (bgn.go.id)

Radar Jember - Adanya susu kemasan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada penerima manfaat menuai sorotan.

Pasalnya, terungkap bahwa susu kemasan yang dibagikan hanya memiliki kandungan 30 persen susu.

Susu kemasan yang dibagikan saat MBG ini adalah produk sendiri dengan nama Susu Sekolah dengan isi 125 ml.

Hal tersebut lantas memunculkan tudingan adanya manipulasi pada pelaksanaan MBG terkait menu susu hingga mempertanyakan mengapa tidak ada opsi untuk pemberian susu segar.

Kandungan Susu MBG Setara Susu Segar dan Sesuai BPOM

Pihak BGN mengklaim bahwa formulasi disusun berdasarkan standar gizi susu cair penuh (full cream milk) sesuai Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023, sehingga anak-anak penerima program tetap memperoleh manfaat gizi optimal.

“Walau belum 100 persen menggunakan susu segar lokal, kandungan gizi susu MBG, mulai dari protein, kalsium, hingga vitamin D dibuat setara dengan susu segar,” ujar Tim Pakar Bidang Susu BGN, Epi Taufik, dalam keterangannya pada Selasa (14/10/2025).

“Anak-anak tetap dapat energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan belajar,” imbuhnya.

Epi juga menjabarkan bahwa kandungan kalsium pada susu MBG tidak kurang dari yang dibutuhkan oleh tubuh anak-anak.

“Kandungan kalsium tidak kurang dari 15 persen daily value, kadar lemak tidak kurang dari 3 persen, kadar protein tidak kurang dari 2,7 persen, dan kadar karbohidrat dan mineral tidak kurang dari 7,8 persen,” paparnya.

“Jadi, bukan berarti jika susu segarnya 20 persen, lalu sisanya semua air,” tambahnya.

Konsumsi Susu Nasional Meningkat Setelah Ada MBG

Kebutuhan susu nasional, kata Epi, makin meningkat sejak pemerintah menggalakkan program MBG.

“Sebelum ada MBG, kebutuhan susu nasional sekitar 4,7 juta ton per tahun. Dengan adanya MBG, permintaan naik menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun,” kata Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

“Ini artinya, ada ruang pertumbuhan besar bagi peternak lokal untuk mengisi pasar yang selama ini dikuasai impor,” tambahnya.

 Baca Juga: WADUH! Sudah Gagal Bawa ke Pildun, Kluivert Malah Pulang Kampung ke Belanda, Tanpa Pamit?

Susu MBG Bakal Pengaruhi Produksi Susu Segar Nasional

Untuk kebutuhan susu segar saat ini, 90 persen dipasok oleh peternak lokal l dan skala menengah, sementara sisanya berada di bawah ranah industri besar.

“Dengan MBG, pasar domestik menjadi lebih pasti. Peternak lokal memiliki insentif kuat untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan kapasitas usaha mereka,” ucapnya.

Program MBG yang sudah berjalan sejak 6 Januari ini juga diklaim menjadi pasar susu nasional dan penyerapan akan berjalan seiring dengan keberlangsungan program.

“Ini bukan soal berapa persen sekarang, tapi bagaimana kita memulai. MBG menciptakan pasar domestik yang kuat bagi susu lokal. Begitu peternak siap, kandungan lokal pasti naik,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati dalam keterangannya kepada media pada Selasa (14/10/2025).

“Program MBG menciptakan efek domino positif, dari peternakan, pakan, hingga industri pengolahan susu, semuanya ikut bergerak. Ini kebijakan gizi yang berdampak ekonomi luas,” klaimnya.

Mengenai kandungan susu segar yang jadi sorotan, Hida memastikan bahwa nantinya akan ada kenaikan dengan meningkatnya produksi susu segar dalam negeri.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Mbg #bpom #susu #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis #BGN #ipb