Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL! Di Balik 6.457 Korban MBG, Ada Kisah Cucu Mahfud MD yang Jadi Korban dari 8 Siswa Kelas yang Keracunan di Sekolah Jogja

M. Ainul Budi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:58 WIB
Mantan Menteri Menko Polhukam, Mahfud MD, menceritakan dua cucunya di Yogyakarta mengalami keracunan MBG, dakam podcast di kanal Youtube pribadinya.
Mantan Menteri Menko Polhukam, Mahfud MD, menceritakan dua cucunya di Yogyakarta mengalami keracunan MBG, dakam podcast di kanal Youtube pribadinya.

radar jember - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perhatian sebagian publik terkait pelaksanaannya yang diliputi kasus keracunan massal yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Salah satu contoh kasus yang kini tengah menjadi perhatian, yakni datang dari penuturan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD yang secara terbuka menceritakan cucunya ikut menjadi korban keracunan makanan dalam program MBG di sekolah.

Melalui kanal YouTube pribadinya Mahfud MD Official, pada Rabu, 1 Oktober 2025, Mahfud mengungkap dua orang cucunya yang bersekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami muntah-muntah setelah menyantap menu MBG.

Bahkan, satu di antaranya harus dirawat selama empat hari di rumah sakit. Kisah itu sontak menuai sorotan publik terkait lemahnya standar kualitas sajian dalam distribusi MBG. Begini keluh kesahnya:

Mahfud MD: Satu Kelas, 8 Orang Muntah-muntah

Dalam pernyataannya, Mahfud menyampaikan cucunya mengalami keracunan bersama sejumlah siswa lain di sekolah yang sama.

“Cucu keponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ujarnya.

Mahfud lalu menuturkan, salah satu cucunya hanya dirawat di rumah, sedangkan cucu lainnya harus menjalani perawatan medis intensif.

Pengalaman tersebut membuat Mahfud semakin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam program MBG.

Bukan soal Angka, tapi Nyawa

Mahfud menekankan, meski jumlah korban terkesan kecil dibanding total penerima manfaat, keselamatan anak-anak tidak bisa dipandang hanya sebagai angka statistik.

Baginya, persoalan ini menyangkut nyawa manusia, sehingga pemerintah wajib menjadikannya prioritas utama.

“Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan. Jadi bukan persoalan angka,” tegas Mahfud.

Program Mulia yang Harus Dibenahi

Mahfud MD menekankan bahwa MBG sejatinya program mulia yang perlu dipertahankan.

Kendati demikian, Guru Besar Hukum Tata Negara itu menyoroti perbaikan kualitas harus dilakukan agar tujuan mulia meningkatkan gizi anak tidak berubah menjadi petaka di kemudian hari.

“Ini harus diteliti lagi apa masalahnya. Program MBG gratis ini adalah satu program yang paling bagus, mulia,” ujarnya.

Cerita Mahfud seakan menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Di tengah niat mulia meningkatkan gizi generasi muda, kelemahan dalam pengelolaan justru berisiko menimbulkan tragedi yang lebih besar bila tidak segera dibenahi.

Berkaca dari hal itu, pernyataan Mahfud kian relevan setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkap angka mengejutkan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

6.457 Korban Tercatat Secara Nasional

Dadan menuturkan, berdasarkan data BGN secara mutakhir hingga 30 September 2025, tercatat lebih dari 6.457 orang terdampak keracunan akibat MBG di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita lihat di wilayah satu ada yang mengalami gangguan pencernaan sebanyak 1.307, wilayah dua bertambah, tidak lagi 4.147, ditambah dengan yang di Garut mungkin 60 orang. Kemudian wilayah III ada 1.003 orang,” ujar Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Editor : M. Ainul Budi
#SPPG #jogja #Mbg #cucu #Makan Bergizi Gratis #mhafud md