radar jember - Dalam semangat membangun rekonsiliasi dan memperkuat semangat kebangsaan, perwakilan Aliansi Indonesia Damai melakukan kegiatan silaturahmi dengan warga binaan kasus terorisme di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Nusakambangan
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara para penyintas, keluarga korban, dan warga binaan. Disampaikan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk berubah, dan silaturahmi ini merupakan bagian dari proses penyembuhan kolektif dan pembinaan yang humanis.
Dalam keterangannya, perwakilan Aliansi Indonesia Damai menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog, mempererat nilai-nilai kemanusiaan, serta memperkuat tekad bersama untuk menciptakan Indonesia yang damai dan bebas dari kekerasan ekstrem.
Kalapas Kelas IIA Ngaseman dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Aliansi Indonesia Damai dalam proses pembinaan di lapas, khususnya bagi narapidana kasus terorisme.
Silaturahmi ini merupakan bentuk nyata pendekatan kemanusiaan dalam pembinaan. Warga binaan berhak untuk berubah dan kembali ke masyarakat dengan identitas baru yang lebih positif,” ujar Sarwito.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Ngaseman menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan yang memanusiakan, mendidik, dan membuka jalan menuju perubahan.
Editor : M. Ainul Budi