Radar Jember – Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan 80.000 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, secara serentak yang dilangsungkan secara hibrid, Senin, 21 Juli 2025.
Peluncuran itu merupakan rangkaian dari proses panjang pendirian Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengutarakan banyak hal mengenai potensi dan tantangan Koperasi Merah Putih.
Salah satunya kekuatan asing yang disebutnya tidak menghendaki koperasi di Indonesia bisa tumbuh dan menjamur.
“Gerakan-gerakan seperti ini (pembentukan koperasi dalam jumlah besar) tidak disukai oleh kapitalis besar, pemodal besar, itu mereka tidak suka,” kata Prabowo, saat berbicara di hadapan para menteri, DPR, lembaga dan badan negara, serta kepala daerah se-Indonesia yang menyimak secara daring, Senin, 21 Juli 2025.
Prabowo juga menyebut bahwa bangsa Indonesia telah memiliki konsep koperasi yang telah berjalan cukup lama hingga puluhan tahun.
“Kita sudah mengerti konsep itu, kita sudah puluhan tahun membangun (koperasi). Dalam pengertian mereka, tentu tidak semuanya, dianggap koperasi ini bisa menjadi saingan. Dan ada negara-negara tertentu di dunia, yang tidak suka melihat ada negara besar yang mau bangkit,” katanya.
Meski begitu, Prabowo tidak menyebutkan detail negara mana yang dimaksud. Termasuk kapitalis yang ia sebut.
Prabowo hanya menegaskan itu permasalah politik hegemoni antar bangsa-bangsa.
“Ini adalah masalah kemanusiaan, masalah geopolitik, masalah hegemoni. Bangsa-bangsa sudah ribuan tahun, ada hasrat untuk berkuasa, hegemoni, secara mutlak. Karena itu koperasi ini bagaimana mengubah kelemahan menjadi kekuatan, untuk berdaulat,” tegas dia.
Baca Juga: Sudah Terparkir 17 Tahun Lamanya, Apa Alasan RUU Perampasan Aset Tak Kunjung Dimulai Pembahasannya?
Lebih lanjut, Prabowo meyakinkan bahwa Koperasi Merah Putih ini bisa menjadi sarana untuk menuju kemerdekaan Indonesia yang sejati.
“Kemerdekaan itu bukan yang sering kita nyanyikan, tetapi kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi. Kita punya semua bentuk kenegaraan, tetapi rakyat kita masih ada yang lapar, ada yang miskin, kita belum merdeka,” katanya.
“Negara yang merdeka adalah negara yang bisa memberikan makan rakyatnya, bisa menjamin kehidupan yang layak untuk seluruh rakyatnya. Karena itu para pendiri bangsa kita, memulainya dengan membentuk koperasi-koperasi, membentuk serikat-serikat dagang,” tegas Prabowo.
Editor : M. Ainul Budi