Radar Jember - Upacara puncak Yadnya Kasada 2025 akan berlangsung pada 10–11 Juni 2025 di kawasan Gunung Bromo.
Tradisi tahunan ini merupakan ritual sakral masyarakat Suku Tengger untuk menghormati Sang Hyang Widhi serta para leluhur, melalui persembahan sesaji ke kawah Gunung Bromo.
Prosesi dimulai dari persembahyangan di Pura Luhur Poten di Segara Wedi (Lautan Pasir).
Kemudian, dilanjutkan dengan pelemparan sesaji ke dalam kawah Bromo sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah yang diterima.
Selama pelaksanaan upacara, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup seluruh akses wisata ke kawasan Bromo mulai Selasa, 10 Juni 2025, hingga Jumat, 13 Juni 2025.
Penutupan kawasan ini merujuk pada Surat Pengumuman Balai Besar TNBTS Nomor PG.8/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap jalannya ritual keagamaan.
Masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam upacara namun ingin menyaksikan prosesi Yadnya Kasada tetap dapat mengamati dari beberapa titik pandang di sekitar kawasan Bromo.
Seperti Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo), Dingklik (Kabupaten Pasuruan), serta Jemplang (perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang).
Setelah upacara selesai, pada 12–13 Juni 2025 kawasan TNBTS akan digunakan untuk kegiatan pembersihan area dari sisa-sisa aktivitas ritual.
Kawasan Bromo direncanakan akan dibuka kembali untuk wisatawan pada Sabtu, 14 Juni 2025.
Sebelumnya, telah digelar ritual Mendak Tirta, yakni pengambilan air suci di Air Terjun Madakripura, Desa Negororejo, Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Pengambilan air suci ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Yadnya Kasada di Gunung Bromo mendatang.
Selain di Air Terjun Madakaripura, Mendak Tirta juga dilakukan di empat lokasi lain.
Yakni mata air Watu Klosot di Senduro, Kabupaten Lumajang; mata air Widodaren di Pasuruan; mata air Rondo Kuning di Lumajang; serta mata air Arjuno di Malang.
Baca Juga: Tak Perlu Ribet! Begini Cara Booking Tiket Gunung Bromo dari Empat Pintu Masuk
Editor : Imron Hidayatullahh