Pemerintah sedang menyiapkan dua program pendidikan yang menyasar kelompok berbeda, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Kedua Program ini sedang mulai dijalankan pada tahun ini sebagai upaya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Berikut perbedaan keduanya.
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang sebagai program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Target utamanya adalah mereka yang termasuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026.
Tujuan utama dari Sekolah Rakyat adalah menghapus kesenjangan akses pendidikan yang selama ini masih dirasakan oleh masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah terpencil.
Program ini berada di bawah Kementerian Sosial (Kemensos), sedangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai mitra dalam hal penyediaan guru dan kurikulum.
Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, mendapatkan kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.
Sekolah Garuda
Berbeda dengan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda ditujukan untuk siswa-siswa berprestasi tinggi dari seluruh Indonesia.
Sekolah ini dirancang untuk menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Terutama dalam melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik dunia.
Sekolah Garuda akan menggunakan model sekolah berasrama (boarding school) dan menerapkan kurikulum yang terintegrasi antara pengembangan akademik dan karakter.
Pemerintah menargetkan pembangunan 40 sekolah Garuda hingga tahun 2029, di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan harapan setiap provinsi memiliki setidaknya satu sekolah unggulan ini.
Editor : Imron Hidayatullahh