Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral Dela Poyz Joget Sound Horeg dengan Kostum Gandrung, Berikut Isi Klarifikasinya Setelah Dikritik Disbudpar Banyuwangi

M. Ainul Budi • Selasa, 15 April 2025 | 01:45 WIB
Photo
Photo

Radar Jember – Fenomena sound horeg kembali menjadi perbincangan, kali ini karena sebuah video viral yang memperlihatkan seorang perempuan berjoget mengikuti irama remix keras dari sound horeg dengan mengenakan kostum tradisional Tari Gandrung. 

Video ini sempat berseliweran di berbagai platform, termasuk TikTok dan Instagram Reels, dan menuai beragam reaksi dari masyarakat hingga kalangan budayawan Banyuwangi.

Perempuan dalam video itu diketahui bernama Dela Poyz yang merupakan seorang penyanyi dan selebgram yang aktif di TikTok.

Aksinya yang energetik dianggap oleh sejumlah pihak sebagai bentuk ekspresi bebas, namun banyak juga yang menilai penggunaan kostum adat dalam acara sound system semacam itu sebagai sesuatu yang kurang menghormati nilai budaya lokal.

Banyak masyarakat yang merasa kecewa dengan penggunaan kostum Gandrung di luar konteks pertunjukan seni tradisional. 

Mereka berpendapat bahwa Tari Gandrung bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ritual adat dan memiliki makna filosofis yang mendalam. 

Sebagian besar penonton berpendapat bahwa kreativitas dalam musik dan seni harus tetap mengedepankan rasa hormat terhadap budaya.

Namun, ada juga yang mendukung kebebasan berekspresi dalam seni, dengan berargumen bahwa selama tidak merusak esensi atau menghina budaya, penggunaan kostum adat dalam konteks seperti ini adalah bagian dari perkembangan seni yang wajar. 

Mereka menilai bahwa musik dan seni memang terus berkembang, dan tidak seharusnya ada batasan yang terlalu ketat, asalkan tetap ada penghargaan terhadap elemen budaya yang digunakan.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya edukasi budaya kepada generasi muda mengenai cara menghargai dan menjaga warisan budaya dalam setiap ekspresi seni yang dilakukan.

Menyusul viralnya video tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi langsung berkoordinasi dan akhirnya turut angkat bicara. 

Mereka menyayangkan penggunaan simbol budaya dalam konteks yang tidak sesuai dan berencana menggelar dialog terbuka dengan para pelaku seni, pemilik sound system, serta komunitas kreatif agar kejadian serupa tidak terulang.

Adanya kritikan dari Disbudpar Banyuwangi membuat Dela Poyz membuat klarifikasi yang berisi permohonan maaf atas busana yang dipakainya menimlbulkan kegegeran dalam dunia kebudayaan masyarakat Banyuwangi.

“Pak Sebelumnya saya mohon maaf juga kepada seluruh masyarakat banyuwangi yang tersinggung atas kelakuan saya kemarin. 

Di situ kemarin saya juga atas ketidaksengajaan juga ya pak ya, mungkin dari pikiran saya kemarin itu terkait kostum sakral yang saya gunakan itu mungkin saya mempelajarinya kurang dalam juga mengenai adat banyuwangi karena pikiran saya sakralnya hanya di timing tertentu di Banyuwangi.”

Editor : M. Ainul Budi
#sound horeg #dela poyz #banyuwangi #gandrung