radar jember - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (9/4/2025), tertekan oleh sentimen eksternal dan aksi ambil untung investor. IHSG turun 28,15 poin atau 0,47 persen ke level 5.976,99 setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Selama sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.949,60 hingga 6.092,41. Tercatat sebanyak 298 saham menguat, 307 saham melemah, dan 188 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.205,86 triliun.
Pelemahan IHSG kali ini banyak dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi global serta mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual.
Analis juga mencatat bahwa aksi profit taking, khususnya dari investor asing, turut memberi tekanan pada pergerakan indeks.
Ini menjadi respons alami pasar setelah IHSG sempat mencatatkan kenaikan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Saham Komoditas Masih Menguat
Meski IHSG melemah secara keseluruhan, beberapa saham unggulan di sektor komoditas masih mencatatkan kinerja positif. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, melonjak hingga 11 persen di sesi pertama perdagangan.
Kenaikan harga nikel global disebut menjadi pendorong utama penguatan saham tersebut.
Saham lain seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) juga mencatatkan penguatan yang signifikan di tengah tekanan pasar.
Proyeksi Pergerakan dan Rekomendasi Analis
Untuk perdagangan selanjutnya, analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 5.742 hingga 5.825 dan resistance di kisaran 6.142 hingga 6.265. Investor diimbau tetap mencermati perkembangan situasi global serta menjaga strategi diversifikasi dalam menghadapi volatilitas pasar.
Kondisi pasar yang cenderung tidak stabil menuntut investor untuk lebih berhati-hati. Arah pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan kebijakan global yang berkembang. Tetap waspada dan selektif menjadi kunci dalam menjaga portofolio investasi di tengah ketidakpastian.
Editor : M. Ainul Budi