Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wisata Perkebunan Teh Kertowono Punya Sejarah Bangunan Rumah Peninggalan Belanda

Radar Digital • Selasa, 3 September 2024 | 21:45 WIB

 

Sumber Foto: Web Radar Jember
Sumber Foto: Web Radar Jember

radar jember - Siapa sangka Perkebunan Teh Kertowono punya bangunan rumah-rumah peninggalan Belanda yang telah berusia lebih dari satu abad tepatnya tahun 1910, bahkan wisatawan bisa menginap di rumah-rumah peninggalan Belanda itu saat berlibur ke wisata tersebut.

Arsitektur rumah peninggalan Belanda terasa kental, salah satunya terlihat dari banyaknya jendela dan bentuk jendela yang besar.

Lantai rumah masih didominasi dengan tegel-tegel polos, sementara dinding rumah hanya satu warna yaitu putih dan ditemani warna coklat pada jendela serta atap.

Salah satu pegawai di PTPN XII, Rudi Eko Purwanto mengatakan rumah-rumah peninggalan Belanda itu pada masa lampau merupakan tempat para manajer Perkebunan Teh Kertowono tinggal.

Para manajer itu merupakan orang-orang Belanda yang ditugaskan mengelola perkebunan teh sejak tahun 1910.

"Bangunan yang paling tua itu ada di Afdelling tengah, ini semua bangunan tak ada perubahan bentuk, kalau kayu masih tetap, paling cuma ada perubahan di atap rumah karena diganti," kata Rudi.

Awalnya manajemen Perkebunan Teh Kertowono tak membuat penginapan untuk para wisatawan, Rudi menyebut hanya memberdayakan fasilitas-fasilitas yang ada sebelumnya.

"Kami ada empat rumah, jumlah kamarnya ada sembilan, satu rumah disewakan harganya Rp 450.000 per malam, tak ada fasilitas makan dengan harga itu," ungkapnya.

Pengalaman yang ditawarkan untuk wisatawan adalah kebanggaan mereka bisa menginap di rumah-rumah peninggalan Belanda, Sebelumnya, tak ada yang bisa menginap di rumah-rumah tersebut. (dea)

Editor : Radar Digital
#sejarah #kebun teh