PONOROGO,RADARJEMBER.ID - Sebuah jembatan darurat penghubung Desa Ketonggo dengan Kunti di Kecamatan Bungkal rusak. Hal itu disebabkan, jembatan bambu tidak kuat menahan beban puluhan pelajar melintas bersamaan Sabtu (22/7) lalu.
Seluruh siswa selamat meski penampang bambu patah menjadi dua bagian, seluruh siswa selamat.Sementara itu Kartono, Kepala Desa Kunti mengatakan, insiden itu terjadi pukul 08.45 WIB.
Diperkirakan lebih dari 30 siswa SMPN 1 Bungkal tengah berkegiatan di luar kelas dan melintas di jembatan darurat tersebut. Lantas mereka menjadikan jembatan sebagai titian untuk lompat-lompatan.
Hal itu membuat jembatan darurat kondisinya sudah cukup rapuh itu kian mengkhawatirkan.‘’Digunakan njot-njotan, jembatan tidak kuat akhirnya roboh,’’ kata Kartono.Ia menyebut, terdengar nyaring suara ‘brak’ saat jembatan darurat roboh.
Diikuti puluhan siswa melintas terjun bebas ke sungai. Saat itu debit air sungai mengering. Guru pendamping segera mengevakuasi seluruh siswa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
‘’Siswa hanya mengalami luka ringan,’’kata Kartono..Jembatan darurat itu dibangun secara gotong-royong oleh warga Desa Ketonggo dan Kunti. Ini setelah jembatan permanen hanyut diterjang banjir beberapa tahun lalu.
Jembatan tersebut bukanlah akses utama. Namun Kartono menilai keberadaan jembatan dibutuhkan warga untuk mempersingkat waktu tempuh dua desa. Tidak terkecuali menjadi akses penghubung fasilitas umum, seperti pasar dan lembaga pendidikan.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Aji Putra/Jawa Pos Radar Ponorogo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Maulana Ijal