Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Bocah Lelaki Jadi Korban Kecelakaan Air, Satu Jasad Belum Ditemukan

Alvioniza • Senin, 26 Juni 2023 | 22:22 WIB

 

Tampak Tim gabungan relawan menyisir sungai di Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang kemarin.
Tampak Tim gabungan relawan menyisir sungai di Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang kemarin.

MALANG KOTA, RADARJEMBER.ID- Dua bocah lelaki menjadi korban kecelakaan air di sungai Berantas, Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, pencarias terus dilanjutkan. Satu dari kedua korban, Muhammad Rifki Satrio, 10 ditemukan di Dam Blobo, Kepanjen Rabu (21/6) lalu.

Namun hingga kemarin masih terus dilakukan pencarian korban Riski Putra Wijayanto, (10). Seperti diberitakan, Senin pagi (19/6) Rifki bermain dengan Putra Wijayanto di sekitar sungai Brantas, Bumiayu.

Selama ini, Rifki berasal dari Polehan itu ngontrak di dekat rumah Putra, Gang Talas, Kelurahan Bumiayu. Diduga, mereka hanyut terseret arus sungai Brantas. Pencarian mulai dilakukan malam harinya, hingga akhirnya pada Rabu pagi (21/6) membuahkan hasil.

Rifki ditemukan mengambang di Dam Blobo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Hingga kini Putra belum ditemukan. Sementara itu, Andy Pamuji, Komandan Tim (Dantim) Pencarian Basarnas Surabaya menjelaskan, sampai kemarin sore (23/6) jenazah korban kedua belum ketemu.

“Per pukul 16.30 laporan terakhir tim di lapangan belum ditemukan,” jelas  Pamuji.Pada hari pertama, 6 Search and Rescue Unit (SRU) dengan jumlah 98 relawan dan SAR lokal Malang beserta Basarnas Surabaya dilibatkan.

Setelah jenazah korban pertama ditemukan, pencarian lebih banyak dilakukan di wilayah selatan (Kabupaten Malang). Pamuji, mengatakan, Kamis lalu (22/6) dibentuk SRU melakukan penyisiran di Sungai Molek, Kecamatan Kepanjen.

Lalu kemarin, SRU ditambah di Dempok, Kecamatan Pagak, dan Kecopokan, Kecamatan Sumberpucung. “Total ada 11 tim yang melakukan pencarian, 6 SRU air, dan 7 SRU darat,” kata dia.

Tidak seperti Brantas cenderung deras arusnya, tiga tempat pencarian tersebut arusnya lebih tenang. Khusus Sungai Molek, hingga kemarin ada tim yang siaga di Syphon Sungai Metro. Sedangkan untuk Dempok dan Kecopokan  arus lebih tenang.

Untuk itu oleh petugas dimanfaatkan untuk menambah sarana pencarian. ”Yang di sana pakai perahu bermesin Jumlahnya ada dua unit dan arus sungai memungkinkan untuk menggunakan itu,” jelas Pamuji.(*)

Editor:Winardyasto HariKirino

Foto:Basarnas for Jawa Pos Radar Malang

 

Editor : Alvioniza
#basarnas #Korban Hanyut #malang