Kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa korban ini terjadi ketika Fifit Lestari, warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, mengendarai Honda Beat melintasi jalanan desa. Sesampainya di perempatan, tiba-tiba ada sebuah truk menabrak wanita itu.
BACA JUGA: Terperosok ke Jurang Gumitir, Warga Banyuwangi Ditemukan Meninggal
Beruntung korban segera lompat dari kendaraan. Jika tidak, ia bisa terseret puluhan meter bersama motornya. Truk yang belum diketahui identitasnya itu baru berhenti setelah warga berteriak dan ada kendaraan lain di depannya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban. Sebagian melapor ke petugas yang ada di Pospol Wonoasri.
Setelah kecelakaan, kernet dan sopir sempat menolong korban. Mereka membawanya ke Puskesmas Curahnongko. Namun, setelah itu, keberadaan kernet dan sopir bersama kendaraan pengangkut tersebut tak diketahui. Hingga kini, polisi hanya mengamankan motor milik korban.
Meski selamat dari maut, namun korban mengalami cedera serius. Perempuan 35 tahun itu patah tulang dan harus dirujuk ke RSD dr Soebandi. Senasib dengan pemiliknya, motor yang dikendari korban juga rusak cukup parah akibat terseret truk.
Kabul Eko Suprayitno, paman korban mengaku, meski kernet dan sopir sempat menghilang, tapi mereka telah mendatangi keluarga korban. Keduanya menyatakan bertanggung jawab dan sanggup membiayai ongkos rumah sakit. “Korban patah tulang di bagian kaki dan sudah menjalani operasi,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Tempurejo Iptu Dian Eko Timoriyono membenarkan kecelakaan tersebut. Sejauh ini, keberadaan truk dan identitas pengemudinya masih belum diketahui. Karena setelah mengantar korban ke puskesmas, mereka tidak melapor ke Pospol Wonoasri.
“Sopir langsung kabur bersama truk yang disopirinya. Sedangkan motor yang dikendarai korban telah diamankan di Pospol Wonoasri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital