Warga setempat tak mengira kalau rumah mereka akan kebanjiran. Air mulai naik dan masuk ke rumah mulai pukul 09.00. Luapan air sungai tersebut akibat hujan yang mengguyur kawasan setempat sejak Subuh, sekitar pukul 04.00.
BACA JUGA: Banjir Rendam Ponpes di Bondowoso, Puluhan Santri Dipulangkan Sementara
Karena air datang mendadak, sebagian warga tak bisa mengeluarkan barang-barang dan perabotan mereka. Seperti kursi, sofa, dan lainnya. Warga hanya menyelamatkan hewan ternak, seperti kambing, sapi dan ayam. “Ternak itu kami pindah dari kandang ke tempat yang aman di samping rumah,” kata Laila, warga setempat.
Air kiriman dari hulu yang berasal dari Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, naik begitu cepat. Warga pun tergopoh-gopoh mengantisipasi banjir genangan tersebut. Padahal, nyaris setiap hujan turun deras Kawasan itu selalu banjir. “Namun yang paling parah memang sekarang. Bahkan, ada pagar batako sepanjang 50 meteran ambrol akibat diterjang banjir,” ungkap perempuan warga RT 003 RW 020 tersebut.
Setelah menggenangi perkampungan lebih empat jam, air tampak mulai surut sekitar pukul 13.00. Awalnya, air di dalam rumah mencapai kedalaman hingga satu meter. “Sedangkan di halaman rumah lebih dalam lagi, mencapai sekitar 1,5 meteran,” jelas Murdihartono, Camat Sumberbaru.
Murdihartono pun mengimbau kepada warga agar lebih waspada. Karena ketika turun hujan deras dan lama, kawasan itu rentan terdampak banjir. “Segera siap-siap mencari tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital