Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gubernur Bali Bilang Tak Pernah Tolak Piala Dunia U-20

Safitri • Jumat, 31 Maret 2023 | 23:39 WIB
Photo
Photo
BALI, RADARJEMBER.ID - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan tidak menolak Piala Dunia U-20, melainkan hanya menyampaikan penolakan kehadiran Timnas Israel bertanding di Bali.

BACA JUGA : Kiper Muda Asli Jember Kecewa Berat, Belum Bisa Main di Piala Dunia

Koster menyampaikan, ada alasan menjadi dasar penolakan kehadiran Timnas Israel bertanding di Pulau Dewata. Yakni untuk menghormati konstitusi UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Khususnya dalam pembukaan alinea kesatu, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

”Prinsip ini dipegang teguh oleh  Bung Karno sebagai Bapak Bangsa,” ujar Koster seperti dilansir dari Antara. Selain itu menurut dia, Israel menjajah Palestina berpuluh-puluh tahun lamanya, tidak menghormati kedaulatan dan kemanusiaan Palestina.

Hal itu tidak sesuai garis politik Bung Karno. Alasan lain karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Koster mengatakan, ia dengan penuh hormat melaksanakan prinsip dan ideologi digariskan Bung Karno sebagai Proklamator Kemerdekaan RI.

Hal tersebut merupakan prinsip harus dipegang teguh dengan kokoh serta harus disuarakan dan disampaikan kepada masyarakat luas. Koster menambahkan, mencermati secara seksama, kehadiran tim Israel pada Piala Dunia U-20 telah menimbulkan pro dan kontra di Indonesia.

Hal itu terkait konflik Israel-Palestina, terutama setelah terjadi perubahan pemerintahan di Israel oleh sayap kanan begitu keras terhadap Palestina. ”Hal ini sangat berpotensi menjadi ancaman dan gangguan keamanan di Bali, baik ancaman bersifat terbuka dan tertutup,” ucap Koster.

Kehadiran Timnas Israel di Bali, lanjut dia, berpotensi menjadi sasaran dari berbagai pihak yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan masyarakat Bali, masyarakat Indonesia, serta timnas Israel selama bertanding di Bali.

Koster menyatakan tidak mentolerir terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat Bali akan berdampak luas atas kerja keras semua pihak selama ini. Terutama dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali, sehingga baru bisa pulih pasca pandemi.

Menurut dia, Bali merupakan Pulau Dewata menjadi pusat spiritual. Kedamaian dan kemanusiaan dikedepankan, harus dijaga dengan sebaik-baiknya. ”Sebagai pencinta bola, saya sebagai Gubernur Bali sesungguhnya sangat mengharapkan Dunia FIFA U-20.”imbuh dia.

Namun event ini tidak bisa dipisahkan dari prinsip kemanusiaan, sebagaimana diamanatkan konstitusi dan Bung Karno. Oleh karena itu, Koster menyatakan, tidak berharap atas keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia.

 

”Mengenai sikap penolakan saya atas kehadiran timnas Israel dalam Kejuaraan Dunia FIFA U-20 di Bali, merupakan wujud tanggung jawab saya sebagai Gubernur Bali, saya pertanggungjawabkan secara niskala-sakala (rohani-jasmani).”tegas Koster.

”Keputusan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Dunia FIFA U-20, menjadi pelajaran sangat penting dalam membangun kesadaran bahwa sepak bola Indonesia harus dibangun sebagai bagian supremasi Indonesia, dan hal tersebut harus menyeluruh,” ujar Koster.

Dia mengajak masyarakat Bali untuk mendoakan bersama agar FIFA tergerak hatinya untuk tetap berlaku adil dengan mencoret timnas Israel dalam Piala Dunia U-20, sama dengan sikapnya ketika mencoret Timnas Rusia dalam Kejuaraan Dunia FIFA Tahun 2022 di Qatar. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Pemprov Bali/Antara

Sumber Berita:jawapos.com

  Editor : Safitri
#Piala dunia