Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Ngoplo Bareng Sebelum Tawuran Sambil Bawa Senjata Tajam

Safitri • Rabu, 8 Maret 2023 | 23:16 WIB
Dua remaja ini terpaksa  diamankan di Polrestabes Surabaya,  karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam), mereka bahkan sebelum tawuran sempat menelan pil koplo.
Dua remaja ini terpaksa  diamankan di Polrestabes Surabaya,  karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam), mereka bahkan sebelum tawuran sempat menelan pil koplo.
SURABAYA, RADARJEMBER.ID - Tawuran remaja memakai senjata tajam (sajam) kembali digagalkan Satintelkam Polrestabes Surabaya, Selasa (7/3), sekitar pukul 03.00. Tawuran itu melibatkan geng Tojok21Surabaya dan mayoritas berasal dari Sidoarjo dan F.021.R.T.

BACA JUGA : “Singgalang 1” Ditafsirkan Ahli Bahasa Sebagai Sandi Tedy dan Dody

Ketika polisi datang ke lokasi tawuran di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, kedua kelompok  tersebut membubarkan diri lari terbirit-birit.Polisi kemudian mengejar anggota geng Tojok21Surabaya diduga membawa celurit.

Kejar-kejaran ini sempat berhenti di Jalan Darmo. Pelaku berboncengan tiga ini melawan dan membuat anggota terjatuh. Hingga berhasil ditangkap di Jalan Marmoyo. “Kami amankan dua remaja membawa celurit,” jelas AKBP Edi Hartono,  Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya.

Dua remaja sama-sama berusia 17 tahun itu berinisial A, warga Jalan Gayungan, Surabaya, dan Z, warga Jalan Brigjen Katamso, Waru, Sidoarjo. Keduanya ditangkap karena ketahuan membawa celurit dan pedang.

Mereka berdua mengaku tergabung dari kelompok Tojok21Surabaya. “Saat kami tanya, mereka masih sekolah,” kata Edi.Berdasar hasil penyidikan, A merupakan pendiri kelompok tersebut. Ia juga sebagai admin media sosial (medsos) kelompok Tojok .

Sekaligus mengajak geng lain untuk tawuran. Bahkan, sebelum tawuran, A memberikan pil LL untuk dikonsumsi anggota kelompok agar lebih berani. “Ia membeli pil dari seseorang berinisial B. Kami serahkan kasus ini ke Satreskrim Polrestabes Surabaya.” Jelas Edi. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Surabaya

  Editor : Safitri
#Kekerasan