BACA JUGA : Bandar Narkoba Kampung Bahari Siap-Siap Dimiskinkan Polisi
Pada awal pandemi menjadi naik sebesar Rp 380 per 30 kg. Alhasil peternak ikan pun harus mengurangi jumlah pemberian pakan ikan. Seperti dirasakan oleh Muhammad Nuri, peternak lele di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Malang.
Pria itu harus memutar otak cara menekan biaya operasional dan pemasukan diperoleh.”Jadi mau tidak mau saya kurangi sebarannya (pemberian pakan),” ucap pria akrab dipanggil Amin itu, kemarin (15/2).
Sebelum harga pakan naik, dia bisa menyebar benih lele sebanyak 150 ribu ekor setiap 3 bulannya. Sedangkan kini turun cukup drastis sebanyak 10 ribu benih per 3 bulan. Hal itu sudah menjadi konsekuensi ketika harga pakan naik.
Sebenarnya, Amin bisa mencampur pakan ikan dengan makanan lainn seperti bangkai ayam.”Tapi nanti air jadi bau dan harus sering diganti, sedangkan di sini sulit air, harus pakai air PDAM.”jelas Nuri.
Dari awal memulai beternak Lele di tahun 2013, dia menggunakan air PDAM. Selain karena air mudah bau, Amin juga memilih memberi makan ikan murni karena memengaruhi kualitas ikan lele.
Menurutnya, lele diberi makanan lain selain pelet memiliki cita rasa tidak sedap. Ia berharap ada solusi dari pemerintah terkait kesulitan dihadapi dan peternak lainnya.”Kami sudah pernah mengusulkan untuk pengadaan alat pembuat pelet, tapi belum ditindaklanjuti.”imbuh dia.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Durotul Kharimah/Jawa Pos Radar Malang
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Malang
Editor : Safitri