Kapolsek Silo AKP Tanto mengungkapkan, gogosan tanah itu menimpa rumah milik Sakim, 69, serta rumah yang dihuni keluarga Edi Santoso, 44, warga setempat. “Peristiwanya terjadi sekitar pukul 20.30,” terangnya, Senin (13/2).
BACA JUGA: Tebing Longsor, Jalan Desa di Kecamatan Silo Jember Tertutup Batu
Informasi Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan, tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama, ditengarai menjadi pemicu bencana itu. Akibat tanah longsor, tembok samping rumah warga rusak berat berat. “Panjangnya sekitar sembilan meter dengan ketinggian tiga meter,” jelas Tanto.
Keesokan hari, Minggu (12/2) pagi, perangkat desa setempat bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Mulyorejo mendatangi lokasi. Bersama BPBD Jember melakukan asesmen dan dokumentasi. Selanjutnya, mendistribusikan logistik berupa sembako, terpal dan keperluan lain terhadap korban yang terdampak.
“Bersama warga dan relawan, kami akan kerja bakti untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Karena kontur tanah di kawasan ini memang rawan longsor,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, bencana longsor juga terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Minggu (12/2) siang. Akibat bencana ini, akses keluar masuk warga terhambat. Sebab, gogosan tanah disertai batu besar menutup jalan.
Bencana itu terjadi sekitar pukul 13.30, tepatnya di bawah pintu masuk PTPN XII Kebun Silosanen. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Polsek untuk Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal