BACA JUGA : Banjir Hantam Desa Sempol, Wilayah Ijen Bondowoso Siaga Satu
Kondisi arus sungai yang cukup deras membuat para petugas kemanusiaan itu harus berjibaku menyusuri sungai yang langsung bermuara ke Pantai Selatan tersebut. “Sejak korban hanyut di Kali Mayang ini, air sungai memang besar hingga di hari ketiga ini,” kata Sukirno, anggota SAR BPBD Jember.
Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan para nelayan untuk melakukan penyisiran hingga sekitar Pantai Payangan sampai ke tengah laut. Demi bisa menemukan jasad bocah malang itu. “Mudah-mudahan jasad korban segera muncul ke permukaan,” harapnya.
Kasatpol Air Polres Jember di Puger AKP M. Na'i menambahkan, beberapa tim SAR juga menggunakan perahu karet dan jukung untuk menyisir mulai dari sungai tempat korban hanyut hingga tengah laut. "Untuk hari ketiga ini (kemarin, Red) pencarian korban bertitik pada muara Kali Mayang dengan pantai. Kita juga berkoordinasi dengan para nelayan agar menginformasikan kepada petugas," pungkas Na’i.
Sebelumnya, Faffiru Ilallah, warga Desa Karanganyar, Ambulu, dan Bilbina, warga Desa Sabrang, Ambulu, dikabarkan hanyut di Sungai Mayang, Jumat (10/2) lalu, setelah keduanya bermain sepeda di sekitar sungai. Upaya pencarian saat itu membuahkan hasil. Jasad Faffiru ditemukan tersangkut ranting bambu di bantaran sungai dalam kondisi meninggal dunia. Namun, jasad Bilbina belum ditemukan.
Upaya serupa juga dilakukan untuk mencari jasad Muhammad Revan, bocah berusia 9 tahun asal Dusun Krajan, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, yang dilaporkan hanyut di Sungai Bedadung, Rabu (8/2) siang. Sesaat sebelum hanyut, bocah itu bermain bola bersama temannya di pinggir sungai. Persis di belakang rumah orang tua korban. Saat asyik bermain, bola tersebut terlempar ke dalam kanal. Melihat itu, korban berinisiatif mengambilnya. Namun, saat meraih bola, korban terpeleset dan jatuh ke sungai.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di dua lokasi itu, hingga petang kemarin tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap jasad Muhammad Revan dan Bilbina. Selain menggunakan perahu karet, petugas juga menggunakan beberapa jukung milik nelayan dan jukung Basarnas untuk memperluas jangkauan pencarian. (jum/mau/c2/bud) Editor : Safitri