BACA JUGA : Idealnya Masa Jabatan Kades 5 Tahun Sama dengan Presiden
Namun, kini BDR seolah menyisakan kenangan. Hal itu setelah petaka yang terjadi pada pertengahan Desember 2022. Banjir bandang membuat debit air sungai di BDR meningkat drastis, hingga memorak-porandakan bangunan yang ada di sekitar hilir BDR. Fasilitas di sekitar lokasi habis bahkan bisa dibilang harus dimulai dari nol lagi.
"Ada enam gazebo, ayunan tempat main, dan spot-spot foto, itu semua baru saja dibangun oleh anak-anak pemuda sini. Namun, begitu diterjang banjir, ambyar semuanya," kata Kholip, pemilik warung sekaligus penjaga tiket di BDR tersebut.
Kholip menceritakan, petaka yang datang sesaat sebelum pergantian tahun 2023 kala itu. Sekitar dua pekan sebelum kejadian, para pemuda setempat yang tergabung dalam Karang Taruna Pemuda Bersatu (PMB) Pokdarwis Sarang Tawon berinisiatif mengembangkan BDR dengan cara swadaya.
Mereka membangun spot-spot menarik di sekitar hilir BDR. Mulai dari gazebo, tempat bermain anak-anak, hingga spot-spot foto menarik. Dengan harapan, ketika memasuki tahun 2023, BDR bisa semakin dikenal masyarakat luas. Namun, ketika mendekati pengujung tahun 2022, takdir berkata lain. Kawasan BDR diguyur hujan sejak petang hingga malam hari, yang kemudian membuat debit air meningkat drastis. "Yang tersisa seperti yang bisa dilihat sekarang, semua sudah rata," kenang Kholip.
Kini, selepas petaka itu, kunjungan ke BDR sempat terpantau lengang. Tiket masuk yang dibanderol untuk bisa menikmati wisata alam ini sebenarnya cukup merakyat. Hanya Rp 5 ribu per orang. "Kemarin dapat info bahwa BDR ada spot baru. Namun, setelah datang ke sini, katanya telah rusak akibat banjir. Ya, jadi hanya menikmati suasana alamnya saja," kata Fitri, pengunjung saat itu. (jum/mau/c2/nur) Editor : Safitri