BACA JUGA : Genjot Vaksin Booster Kedua Meski Tak Ada PPKM
Perampokan itu terjadi di Jalan Raya Kedung Asem pada Selasa (24/1) pukul 04.00.Kompol Bambang Prakoso, Kapolsek Rungkut menerangkan, korban bekerja sebagai sopir taksi online mendapat pesanan dari pelaku di Jalan Rungkut Alang-Alang.
Dia diminta mengantar ke Jalan Kedung Cowek. Di dalam mobil, Samsuri duduk di kursi tengah. Sementara Sukarno di kursi depan sebelah korban. ”Kira-kira lima menit setelah mobil jalan, korban diminta menepi.” tegas Bambang, Rabu (25/1).
Sukarno beralasan mau melihat rumah temannya di sekitar sana. Bambang menuturkan, permintaan itu dituruti korban karena tidak curiga. Samsuri tiba-tiba langsung mengalungkan celurit ke lehernya.
Sukarno di sebelah Risza juga mengeluarkan celurit dari sarung bantal dan sengaja dibawa pelaku. ”Korban bilang, kalau mau ambil mobil jangan melukai.”kata Bambang. Menurut dia, korban terus mengajak kedua pelaku berbicara dengan nada memelas.
Hingga akhirnya dia melawan dengan menghalau celurit di tubuhnya. ”Dalam pergulatan itu, korban menginjak klakson.”imbuh Bambang. Tindakan korban membuat Samsuri dan Sukarno panik. Mereka memilih keluar dari mobil.
Sebelum pergi, Samsuri mengambil ponsel korban di dasbor. ”Korban minta tolong ke warga setelah pelaku lari,” jelasnya. Bambang mengatakan, pelaku terdeteksi di kawasan Semolowaru dini hari, Rabu pukul 03.00.
Namun, mereka ini berusaha lari saat persembunyiannya disergap. Mereka akhirnya ditembak dan mengenai kaki. Iptu Djoko Soesanto, Kanitreskrim Polsek Rungkut, menerangkan, pelaku sudah merencanakan perampokan itu.
Mereka sebelumnya tiga tahun kerja di perkebunan sawit di Kalimantan. ”Bulan lalu kontraknya habis.”tutur Djoko. Dia menguraikan, mereka kemudian punya ide merampok taksi online. Mereka membeli celurit di Wonokromo. Lalu memasukkannya ke sarung bantal.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto: Edi Sudrajat/Jawa Pos
Sumber Berita:jawapos.com
.
Editor : Safitri