Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minta Jelaskan Kasus Demosi Kombes Rizal Irawan

Safitri • Selasa, 27 Desember 2022 | 23:11 WIB
Photo
Photo
RADARJEMBER.ID - Wakapolri Komjen Pol Gatot Edy Pramono,  diminta untuk menjelaskan kasus demosi Kombes Rizal Irawan  pelaku pemerasan Tony Sutrisno.

BACA JUGA : Dishub Hentikan Sementara Kapal Roro Rute Batam menuju Kuala Tungkal

Hal ini dikatakan  Hinca Panjaitan Anggota Komisi III DPR RI.  “Wakapolri harus menjelaskan ke publik mengapa dan apa alasannya,” katanya dihubungi di Jakarta, Senin (26/12) dikutip dari Antara.

Menurut dia, Wakapolri perlu perlu mengklarifikasi tindakan memberikan potongan hukuman kepada Rizal dan saat ini menjadi sorotan publik. Dia berharap kegaduhan di internal kepolisian bisa diselesaikan agar kisruh kepolisian tidak berlarut-larut.

Kata dia, ada problem besar dalam internal Polri dan itu berkaitan dengan integritas personel. Hinca mengatakan bahwa pemotongan masa demosi Kombes Rizal Irawan sangat tidak adil dan bertentangan dengan etika kepolisian.

“Sekalipun ada mekanisme banding kepada Wakapolri, karena persoalan integritas ini menyangkut bukan satu orang dua orang, tentu ini tidak adil dan melanggar etika itu sendiri,” ujar dia menegaskan.

Hinca mengatakan dalam dalam rapat mendatang Komisi III DPR akan mengadakan rapat kerja dengan Kapolri dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan akan meminta Wakapolri dan Kadiv Propam untuk membuka masalah dugaan pemerasan tersebut,,

“Sebelum nanti saya rapat dengan Kapolri, seharusnya Wakapolri bisa menjelaskan pertanyaan publik ini. Selain itu Kadiv Propam yang mengetahui hal ini, juga harus membuka dan menjelaskan karena ini sudah menjadi kasus publik,” tutur Hinca.

Hinca menambahkan, publik harus mengetahui mengapa Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menerima banding Kombes Rizal Irawan saja. Tindakan itu, menunjukkan Wakapolri telah memberi perlakuan berbeda dengan personel lain turut menjadi pelaku pemerasan.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dery Ridwansah/JawaPos.com

Sumber Berita:jawapos.com

 

  Editor : Safitri
#Pemerasan