BACA JUGA : Sembilan Baliho Tak Berizin Terpaksa Dicopot
Meskipun demikian, pihak Pertamina mengklaim stok BBM bersubsidi itu masih aman hingga akhir tahun.Peningkatan pembeli solar, terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.641.45 Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo.
Kenaikan permintaan bisa mencapai 30 persen bila dibandingkan hari-hari lalu. Dan itu sudah berlangsung dalam seminggu terakhir ini.“Belum sampai malam solarnya sudah habis,” terang Edy Prayitno, pengawas SPBU Putih
Meskipun tidak dikurangi, menurut Edy, stok solar terbatas. Dalam sehari Cuma tersedia 8 ribu liter. Pasokan yang diberikan oleh Pertamina saat akhir tahun ini juga sama dengan tahun sebelum ini.
“Sekali pengisian 16 ribu liter. Stok untuk dua hari.”terang Edy.Karena solar menjadi salah satu bahan bakar minyak disubsidi Pemerintah maka penggunaan pun dibatasi. Menurut Edy, tidak semua kendaraan bisa menggunakan solar subsidi.
Yang dilarang adalah kendaraan dinas TNI/Polri, truk molen cor, dan truk tangki Pertamina. Kendaraan khusus itu bisa menggunakan jenis Dexlite dan Pertamina Dex.Selain kendaraan tersebut bisa menggunakan solar. Dengan syarat menggunakan barcode.
“Di Kabupaten Kediri, penerapan barcode ini baru dilaksanakan setelah Natal (26/12, Red).”imbuh dia. Petugas SPBU diminta melayani pelanggan yang ingin membeli bahan bakar solar. Bagi yang belum membuat barcode maka dijatah hanya 40 liter saja.
Para pelanggan dan belum mendapatkan barcode QR diminta segera melengkapi sehingga saat penerapan tidak mengalami kesulitan. Kalau nanti sudah diterapkan maka kendaraan yang tidak punya barcode tidak bakal dilayani untuk mengisi solar bersubsidi.
Beberapa perusahaan mengurus barcode secara kolektif. Untuk mendaftar barcode tersebut, pengendara roda empat tidak harus menggunakan aplikasi mypertamina. Mereka bisa membuka di mesin pencari dengan mengetik ‘subsidi tepat’
Di kolom paling bawah nanti ada kolom untuk pengisian pendaftaran Lewat barcode, setiap kendaraan mengisi bahan bakar solar akan dibatasi. Pembatasan itu sudah tersistematis dari pusat.
Informasi dihimpun koran ini, jatah solar untuk satu kendaraan per hari bisa 80 liter hingga 200 liter. Dia mengimbau para pengendara menggunakan bahan bakar solar bisa segera mendaftarkan kendaraan mereka lewat barcode.
Sementara itu, Irto Ginting, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial and Trading Irto Ginting menegaskan, stok solar di akhir tahun ini masih aman.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Rekian
Sumber Berita: Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Safitri