BACA JUGA : Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Wilayah Jember
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari menyebut, gempa bumi yang terjadi dengan skala yang berbeda-beda. Kekuatan gempa di antaranya 6,2 magnitudo terjadi pada pukul 13.07, di ke dalaman 10 kilometer. Lokasinya tepat di laut dengan lokasi 10.75 LS, 11.42 BT.
Gempa berikutnya terjadi pada pukul 13.25 dengan skala 4,3 magnitudo. Dan yang terkecil 3,1 pada pukul 14.00. Gempa kemudian masih terus terjadi hingga berita ini ditulis pukul 20.00. "Semua gempa dengan kedalaman yang sama dan jarak yang berdekatan," kata Sigit Akbari.
Menurut dia, gempa itu terjadi akibat dari patahan batuan di zona outerise. Hingga petang kemarin, BPBD belum menerima informasi mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Tim maupun relawan BPBD masih melakukan asesmen.
Sigit menegaskan, gempa tersebut tidak akan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi atau tsunami. "Informasi yang kami terima dari BMKG juga demikian. Gempa tersebut tidak menyebabkan tsunami," ulasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, gempa di laut selatan Jember itu juga dirasakan di kabupaten tetangga. Seperti dirasakan oleh warga Banyuwangi, Pacitan, Trenggalek, hingga Pulau Dewata, Bali. Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada laporan adanya warga yang terdampak, seperti rumah rusak maupun bangunan retak.
Penting diketahui, getaran gempa di Jember terjadi hingga 45 gempa susulan. Data itu diperoleh sekitar pukul 20.00 oleh Jawa Pos Radar Jember. Namun demikian, BMKG menyatakan tidak ada potensi tsunami.
EWS Rusak juga Dimaling
Sementara itu, early warning system (EWS) di Jember sebenarnya telah dipasang di sejumlah lokasi, tepatnya di pantai selatan. Namun demikian, alat peringatan dini adanya bencana tersebut justru banyak yang hilang dan sebagian rusak. Sistem peringatan itu dipasang untuk bencana banjir dan untuk mendeteksi kemungkinan tsunami.
Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, EWS dipasang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, setelah mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Khusus EWS pendeteksi tsunami sebenarnya sudah dipasang tersebar. Di antaranya dipasang di Puger, Kencong, Gumukmas, Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo. Akan tetapi, EWS yang bisa mengeluarkan bunyi sirene tersebut justru sebagian rusak. Sementara, sebagian alat lagi hilang dicuri orang. (mau/fik/c2/nur) Editor : Safitri