Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sebelum Beraksi, Perampok Toko Emas di Jember Sudah Intai Kebiasaan Korban

Radar Digital • Kamis, 24 November 2022 | 23:44 WIB
LOKASI PERAMPOKAN: Toko emas “Murni” di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, Jember. Di toko ini, perampok menggondol emas 2 kilogram dan duit Rp 19 juta.
LOKASI PERAMPOKAN: Toko emas “Murni” di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, Jember. Di toko ini, perampok menggondol emas 2 kilogram dan duit Rp 19 juta.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sebelum menjalankan aksinya, dua pelaku perampokan toko perhiasan yang menggondol emas 2 kilogram di Jember, diduga sudah mengintai kebiasaan korban. Sebab, setiap menjelang Subuh, korban selalu keluar rumah untuk pergi ke Pasar Tanjung.

Toko yang juga menjadi tempat tinggal korban di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, dengan pasar memang cukup dekat. Hanya beberapa ratus meter saja. Saban pagi, korban rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di pasar induk tersebut.

Andi, anak korban, mengaku tak menyangka aktivitas rutin sang ayah sudah dipantau oleh pelaku. Sebab, kasus perampokan itu terjadi saat jam pergi ke pasar yang rutin dilakukan bapaknya, Agus Supiyanto, setiap hari.

BACA JUGA: Perampok Satroni Toko Emas di Jantung Kota Jember, Logam Mulia 2 Kg Amblas

Rupanya, kebiasaan ini menjadi celah yang diincar para perampok. Pasalnya, toko yang berpintu besi itu tidak mudah dibobol dengan peralatan biasa, tanpa dibuka dengan kunci oleh pemiliknya. Sehingga, saat korban membuka pintu toko, pelaku yang dilengkapi senjata tajam itu pun melancarkan aksinya.

Andi menceritakan, sesaat setelah keluar toko, saat itu ayahnya dipaksa masuk kembali oleh pelaku. Korban yang sudah berumur 72 tahun itu sebenarnya sempat melawan, tapi justru dipukul hingga terluka di dahi.



Saat sang ayah sudah tak berdaya, para perampok memaksa istri korban memasukkan 15 baki perhiasan emas dari brankas. Total ada 2 kilogram emas yang dibawa oleh perampok, serta uang Rp 19 juga. "Ayah saya dipukul. Setelah itu ibu saya disuruh memasukkan emas," katanya.

Setelah itu, pelaku melarikan diri. Tidak lama setelah matahari terbit, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Jember. "Setelah itu polisi mendatangi toko bapak saya," tuturnya.

Saat ini, Andi menyebut, sang ayah dirawat secara mandiri di rumahnya. Sejauh ini, kondisinya sudah membaik. "Ayah saya sedang istirahat, tidak dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setyawan menuturkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi, tim penyelidik juga memeriksa kamera CCTV di sekitar tempat kejadian. Sebab, kamera pengintai yang berada di toko milik korban sudah lama rusak. (*)

Reporter: Ahmad Ma'mun/Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Jember #perampokan #Headline