Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keluarga Pasien di Jember Aniaya Perawat, Korban Lapor Polisi

Maulana Ijal • Selasa, 22 November 2022 | 03:20 WIB
PERAWAT DIANIAYA: Suasana Puskesmas Ajung di Desa Klompangan. Seorang perawat di fasilitas kesehatan ini menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien.
PERAWAT DIANIAYA: Suasana Puskesmas Ajung di Desa Klompangan. Seorang perawat di fasilitas kesehatan ini menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kecamatan Ajung, Desa Klompangan, menjadi pelampiasan kekesalan keluarga pasien pascamengetahui sepupunya meninggal dunia. Karena tidak terima, salah satu keluarga pasien melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh nakes tersebut.

Perawat itu bernama Fransisko Redi, nakes yang masih tiga tahun mengabdi di Puskesmas Ajung. Saat itu, Jumat (18/11), dia menerima seorang pasien anak yang masih berumur delapan tahun. Setibanya di Puskesmas Ajung, dia melihat kondisi pasien sudah kritis. Lalu, setelah dilakukan pertolongan pertama, dokter yang menangani itu memutuskan untuk merujuk.

BACA JUGA: Terdakwa Penganiayaan Siswa SMKN 2 Jember, Divonis 5 Tahun Penjara

Redi menceritakan, saat itu pasien dihantarkan oleh dua orang. Setelah pasien akan dirujuk, datang lagi dua orang. Satu laki-laki yang merupakan sepupu pasien dan satunya lagi nenek pasien. "Nah, waktu itu proses rujuk memang sempat tertunda, karena dua rumah sakit besar yang dihubungi menyatakan penuh semua. Kemudian, Rumah Sakit Bina Sehat siap. Akhirnya kami berangkat satu ambulans dengan dua keluarga pasien," katanya, Senin (21/11).

Sesampainya di lampu merah pertigaan Ajung, Redi memeriksa pasien tersebut. Redi mulai mencurigai kondisi tubuh pasien yang tambah menurun. Akhirnya, Redi memutuskan untuk berhenti di puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Mangli. "Setelah diperiksa di Puskesmas Mangli, ternyata pasien sudah tidak tertolong lagi," imbuhnya.

Mendengar itu, Redi menyampaikan dengan sebenarnya kepada keluarga pasien. Yakni satu orang laki-laki yang merupakan sepupu pasien dan nenek pasien. Redi menyebut, nenek pasien menerima dengan lapang dada atas kejadian yang menimpa cucunya. Namun, tidak bagi sepupunya. Dia malah memaki Redi dan memukul serta menendang korban.

"Waktu di Puskesmas Mangli, saya di maki-maki dan dipukul serta ditendang di bagian kaki. Tapi saya tidak melawan dan tetap fokus menangani pasien," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Tidak berhenti di situ, saat Redi mengantarkan pasien ke rumah duka. Pelaku kembali menyerang Redi pada bagian dada dan tulang rusuknya. "Saat tiba di rumah duka, saya coba jelaskan dengan apa adanya kepada keluarga pasien. Namun saya malah ditonjok dan ditendang," paparnya.

Pulang dari rumah duka, Redi pun langsung melaporkan kejadian itu ke pimpinan Puskesmas Ajung. Setelah itu, dia bersama orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ajung. "Teman-teman perawat kaget. Termasuk keluarga saya juga kaget. Akhirnya kami bersama sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ajung," tandasnya.

Kapolsek Ajung Iptu Idham Khalid membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, saat ini perkara itu tengah diperiksa. "Kemungkinan besok sudah ditetapkan tersangka," ujarnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline #penganiayaan